
BANJARBARU – KALSELBABUSALAM.COM
Ketenangan dini hari di Kota Banjarbaru nyaris pecah oleh bentrokan berdarah. Tim Patroli Raimas Direktorat Samapta Polda Kalsel berhasil mengendus dan menggagalkan rencana tawuran antar kelompok remaja di dua lokasi berbeda pada Jumat pagi, 20 Februari 2026. Sebanyak 11 pemuda diringkus beserta koleksi senjata tajam mulai dari celurit hingga gergaji besar.
Operasi kilat ini bermula dari keresahan warga yang melaporkan pergerakan mencurigakan sekelompok pemuda. Merespons cepat, tim yang dipimpin Iptu Fannan menyisir Jalan Karang Anyar 1 (dekat SMPN 9 Banjarbaru) dan kawasan Syamsudin Noor, Landasan Ulin.
“Tim kami langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat. Di dua lokasi kami mendapati sekelompok pemuda yang diduga hendak melakukan tawuran. Mereka langsung kami amankan beserta sejumlah barang bukti,” ujar Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, Selasa (24/2/2024).
Hasil interogasi mengungkap fakta memprihatinkan. Para pelaku yang diamankan—berinisial FD, AF, NA, MS, DA, AL, MN, GI, AN, MD, dan MR—merupakan gabungan dari tiga kelompok berbeda: Kelompok Independen, Kelompok Tome, dan Kelompok GT (Gudang Tengah).
Dari total 11 orang yang digelandang ke Mapolres Banjarbaru, 10 di antaranya masih berstatus anak di bawah umur. Polisi menyita sejumlah barang bukti yang disiapkan untuk aksi kekerasan tersebut:
◾Senjata Tajam: 3 bilah sajam (parang, celurit panjang, dan gergaji besar).
◾Mobilitas: 5 unit sepeda motor.
◾Komunikasi: 7 buah ponsel yang digunakan untuk mengoordinasi pertemuan.
Mengingat dominasi pelaku di bawah umur, Polres Banjarbaru mengambil langkah restoratif. Kasat Intelkam AKP Indra Wahyu Wibowo memberikan pembinaan khusus mengenai dampak hukum tindak pidana kekerasan, terutama di tengah kesucian bulan Ramadhan.
Para orang tua pelaku dipanggil dan diwajibkan membuat surat pernyataan penjaminan, dengan disaksikan oleh Ketua RT, tokoh masyarakat, hingga pihak sekolah.
“Pihak kepolisian mengimbau kepada para orang tua untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama di malam hari, agar tidak terjerumus dalam aksi tawuran atau tindakan kriminal lainnya,” tegas Kombes Pol Adam Erwindi.










