Klub Sepak Bola Di Tiongkok Didenda Karena Gunakan Ritual Mistis

Sebuah klub sepak bola di Tiongkok mendapatkan sanksi berat setelah tertangkap menggunakan praktik mistis saat bertanding. Klub tersebut didenda sebesar US$4.000 atau setara dengan Rp 64 juta karena mengaku menggunakan “barang-barang takhayul feodal” untuk memengaruhi hasil pertandingan.

Klub yang terlibat adalah Changchun Xidu, yang bermain di divisi ketiga liga Tiongkok. Mereka dinyatakan bersalah setelah meletakkan jimat kertas di ruang ganti lawannya sebelum pertandingan kandang mereka pada hari Sabtu (5/7/2025). Jimat-jimat ini biasa disebut sebagai fu dalam bahasa Mandarin dan merupakan bagian dari praktik Tao yang diyakini mampu membawa keberuntungan dan hasil positif.

Penggunaan jimat tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengalahkan rivalnya. Meski demikian, tidak ada bukti pasti apakah jimat itu benar-benar berdampak pada kemenangan tim. Changchun Xidu berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.

Jimat kuning yang ditempatkan di ruang ganti Shanxi Chongde Ronghai memiliki tulisan: “Berdasarkan dekrit kekaisaran, Shanxi Chongde Ronghai akan gagal.” Tulisan ini menunjukkan upaya untuk memengaruhi mental lawan sebelum pertandingan dimulai.

Tidak hanya Changchun Xidu, beberapa klub lain di divisi ketiga Tiongkok juga pernah menemukan jimat kertas saat bermain di kandang Changchun. Hal ini menunjukkan bahwa praktik semacam ini cukup sering terjadi dalam lingkungan sepak bola Tiongkok.

Asosiasi Sepak Bola Tiongkok menyatakan bahwa mereka akan menangani semua pelanggaran aturan secara tegas dan serius. Pernyataan ini diungkapkan setelah pengumuman denda terhadap Changchun Xidu.

Ini bukan kali pertama klub sepak bola di Tiongkok menjadi sorotan karena menggunakan ritual mistis. Pada tahun 2017, Henan Jianye yang berada di dasar klasemen Liga Super Tiongkok mengundang 15 pendeta Tao untuk melakukan ritual di lapangan sebelum pertandingan melawan Shandong Luneng Taishan. Hasilnya, Henan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 2-1 dan akhirnya terhindar dari degradasi.

Kondisi kompetisi di divisi ketiga Tiongkok sangat ketat. Setelah 17 putaran pertandingan, Changchun Xidu mencatatkan 10 kemenangan, 4 kekalahan, dan 3 hasil imbang. Mereka hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen Wuxi Wuguo.

Empat tim teratas di liga berhak melaju ke tahap promosi. Sementara delapan tim lainnya sedang berjuang keras untuk menghindari degradasi. Dengan situasi seperti ini, banyak klub memilih cara-cara ekstrem untuk meningkatkan peluang meraih kemenangan.

Praktik mistis seperti ini masih menjadi topik yang kontroversial. Meskipun banyak orang percaya pada kekuatan roh dan energi spiritual, pihak otoritas sepak bola Tiongkok tetap menganggap hal ini sebagai bentuk pelanggaran aturan. Mereka berkomitmen untuk menjaga integritas olahraga dan menghindari penggunaan metode ilegal atau tidak etis.