Kotabaru, KALSELBABUSALAM.COM
17 Juli 2025 – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kotabaru diingatkan untuk mewaspadai tiga jebakan internal yang bisa menghambat kesuksesan: pikiran negatif, ketakutan berlebihan, dan keinginan tak terkendali. Peringatan ini disampaikan dalam Apel Hari Kesadaran Nasional yang rutin digelar di halaman Kantor Bupati Kotabaru, Kamis (17/7).

Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang memimpin apel tersebut, menegaskan bahwa pikiran negatif sering muncul dalam bentuk keraguan, prasangka, dan rasa tidak percaya diri. “Ini adalah pintu masuk kegagalan yang bisa membatasi potensi bahkan sebelum seseorang memulai,” ujarnya. Menurut Syairi, pikiran semacam ini dapat mengunci potensi ASN untuk berkembang dan berinovasi.

Selain itu, ia menyoroti rasa takut yang tidak perlu, seperti takut gagal atau takut memulai hal baru. “Kesuksesan hanya datang kepada mereka yang berani mengambil langkah pertama,” tegasnya. Ketakutan berlebihan ini, imbuhnya, sering membuat seseorang kehilangan banyak peluang berharga, baik dalam karier maupun kehidupan pribadi.

Syairi Mukhlis juga menyoroti bahaya keinginan yang tidak terkendali. Ekspektasi yang terlalu tinggi tanpa kesiapan matang dapat menimbulkan tekanan batin dan mengaburkan arah hidup. Ia menekankan pentingnya keselarasan antara keinginan dan kemampuan, agar tidak menjadi beban yang justru menghambat kemajuan.

Apel Hari Kesadaran Nasional, yang dilaksanakan setiap tanggal 17 setiap bulan, ini menjadi momentum penting bagi seluruh ASN untuk merefleksikan peran dan kontribusi mereka dalam pembangunan daerah. Diskoperindag bertindak sebagai petugas pelaksana apel kali ini, yang diikuti oleh perwakilan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), pejabat struktural, staf ASN, serta tenaga kontrak. Wakil Bupati mengajak seluruh ASN untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas diri, tidak hanya dalam hal kinerja, tetapi juga dalam aspek mental dan emosional.

“Perubahan sejati dimulai dari dalam diri. Dengan mengelola pikiran, mengatasi ketakutan, dan menata keinginan, kita membuka jalan menuju kesuksesan yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga bagi organisasi dan masyarakat secara luas,” pungkas Syairi Mukhlis, memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan pelayanan publik yang berkualitas.(Ainah)

 

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.