
KALSELBABUSALAM.COM
Kotabaru, 12 Februari 2025 – Kesedihan menyelimuti Desa Rantau Buda, Kecamatan Sungai Durian, Kabupaten Kotabaru. Seorang remaja, Intan Yulia Putri (15), tewas tenggelam di aliran Sungai Manunggul Km. 18 pada Selasa, 11 Februari 2025, sekitar pukul 17.00 WITA. Insiden ini kembali mengingatkan betapa berbahayanya aktivitas di perairan tanpa pengawasan yang memadai.
Kapolsek Sungai Durian, IPTU Tri Wibawa, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, Intan bersama dua temannya, Andik Fajrian dan Kesya Farida Nurliani, bermain di sungai tersebut. “Intan dan Andik mandi di tepi sungai, sementara Kesya menunggu di atas batu. Sekitar 30 menit kemudian, keduanya mencoba menyeberang untuk menghampiri Kesya. Namun, arus deras menyeret mereka ke pusaran air,” jelas IPTU Tri Wibawa.
Andik berhasil menyelamatkan diri, tetapi Intan tidak mampu melawan derasnya arus. Supriyono, seorang warga yang mendengar teriakan minta tolong, segera datang membantu. Namun, kedalaman pusaran air yang mencapai 3-4 meter membuat upaya penyelamatan sia-sia. Jasad Intan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dan segera dievakuasi.
Dokter dari Puskesmas Sungai Durian yang memeriksa korban memastikan bahwa penyebab kematian adalah tenggelam. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka lain pada tubuhnya. Keluarga korban menerima insiden ini sebagai musibah dan menolak autopsi.
Merespons kejadian ini, Polsek Sungai Durian berencana memperketat edukasi keselamatan kepada masyarakat. “Kami akan menggencarkan sosialisasi bersama pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya bermain di sungai,” ujar Kapolsek IPTU Tri Wibawa.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan selalu memprioritaskan keselamatan, terutama di sekitar perairan. “Jika terjadi kondisi darurat, segera laporkan kepada pihak berwajib agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” tambahnya.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama bagi anak-anak dan remaja yang kerap bermain di alam bebas tanpa pengawasan.(Ainah)









