KalselBabusalam.com – Timnas Indonesia kini menjadi sorotan setelah rencana pertandingan persahabatan melawan Timnas Kuwait pada FIFA Matchday September mendatang batal terlaksana. Insiden ini sontak memicu reaksi dari media asal Vietnam, yang melabeli kejadian tersebut sebagai hal yang “lucu sekaligus menyedihkan.”
Sebelumnya, Skuad Garuda dijadwalkan akan menghadapi The Blue Waves dalam agenda FIFA Matchday September 2026. Rencana ini bukanlah keputusan mendadak, melainkan telah diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sejak beberapa bulan lalu. Namun, harapan untuk menguji kekuatan tim Merah-Putih harus pupus setelah PSSI menerima surat pembatalan dari Federasi Sepak Bola Kuwait (KFA).
Hingga saat ini, alasan pasti di balik pembatalan tersebut masih menjadi misteri. Erick Thohir menduga bahwa ada isu internal yang melanda kubu The Blues atau KFA, yang pada akhirnya menyebabkan batalnya duel penting ini. Sebagai konsekuensinya, Timnas Indonesia kini hanya akan melakoni satu pertandingan persahabatan melawan Timnas Lebanon. Laga kontra The Cedars ini rencananya akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 8 September 2025.
Pembatalan ini segera menarik perhatian media asing, salah satunya adalah Soha, media asal Vietnam. Dalam laporan mereka, Soha tidak sungkan menyebut insiden ini sebagai hal yang “lucu” sekaligus “menyedihkan” bagi Indonesia. “Tim Indonesia mengalami sebuah kejadian lucu sekaligus menyedihkan sebelum laga Kualifikasi Piala Dunia,” tulis Soha. Mereka menambahkan, “Persiapan Indonesia menghadapi putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia baru saja menemui insiden yang cukup serius.”
Soha memahami betul maksud dan tujuan PSSI dalam mengundang Kuwait dan Lebanon untuk FIFA Matchday September. Kedua lawan tersebut dipandang sebagai “uji coba” krusial jelang putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dalam babak kualifikasi nanti, Skuad Garuda yang tergabung di Grup B akan berhadapan dengan dua tim kuat asal Timur Tengah, yakni Arab Saudi dan Irak. Oleh karena itu, laga melawan tim jazirah Arab seperti Kuwait sangat penting untuk mengukur tipikal permainan dan strategi yang tepat.
Dengan batalnya pertandingan melawan Kuwait, Timnas Indonesia kemungkinan besar hanya akan menjalani satu laga uji coba saja sebelum kualifikasi, sebuah kondisi yang tentu saja kurang ideal. Soha juga menyoroti dampak dari insiden ini: “Insiden ini merupakan kejadian yang tak terduga bagi tim Indonesia, mengingat mereka tengah mempersiapkan diri dengan matang untuk putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.” Media tersebut menegaskan, “Indonesia awalnya berencana untuk menghadapi Kuwait dan Lebanon demi meningkatkan daya saing mereka, karena mereka akan menghadapi tim besar seperti Irak dan Arab Saudi pada babak kualifikasi nanti.” Kejadian ini menjadi tantangan tersendiri bagi persiapan Timnas Indonesia yang tengah berambisi untuk melaju lebih jauh di ajang internasional.









