BALANGAN —  KALSELBABUSALAM.COM-

Tiga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, pada Selasa, 25 Agustus 2026. Polisi bersama TNI, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat bergerak cepat memadamkan api di tiga lokasi berbeda.

Tiga titik karhutla itu berada di Desa Mampari, Kecamatan Batumandi; Kelurahan Batu Piring RT 11; serta Desa Papuyuan RT 04, Kecamatan Lampihong. Seluruh kebakaran berhasil dipadamkan pada hari yang sama, meski proses penanganan di setiap lokasi berlangsung dengan durasi berbeda.

Kebakaran pertama dilaporkan warga melalui Call Center 110 pada pukul 11.36 WITA. Api membakar lahan di Desa Mampari, Kecamatan Batumandi. Personel Polres Balangan bersama anggota Polsek Batumandi langsung menuju lokasi setelah menerima laporan tersebut.

Petugas membutuhkan waktu sekitar 1 jam 30 menit untuk memadamkan api.

Sekitar tiga jam kemudian, laporan karhutla kembali masuk melalui Call Center 110. Pada pukul 14.47 WITA, kebakaran terjadi di kawasan kandang sapi milik Pemerintah Kabupaten Balangan di Kelurahan Batu Piring RT 11.

Personel kepolisian segera dikerahkan ke lokasi. Pemadaman dilakukan bersama relawan, Manggala Agni, dan anggota Koramil. Api berhasil dipadamkan sekitar 1 jam 20 menit kemudian.

Menjelang sore, pada pukul 17.14 WITA, Kapolsek Lampihong melaporkan kebakaran lahan di Desa Papuyuan RT 04, Kecamatan Lampihong. Personel Polres Balangan dan Polsek Lampihong kembali bergerak menuju lokasi.

Pemadaman di titik ketiga menjadi yang paling menantang. Keterbatasan sumber air dan kobaran api yang cukup besar membuat petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk mengendalikan api hingga akhirnya padam.

Kapolres Balangan AKBP Arif Mansyur Supartono, S.H., S.I.K., M.M., mengapresiasi personelnya yang menangani tiga kejadian tersebut dalam satu hari.

“Saya mengapresiasi kinerja seluruh personel Polres Balangan yang hari ini tidak mengenal lelah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka bekerja di tengah kondisi yang tidak mudah dan mempertaruhkan keselamatan diri demi melindungi masyarakat serta lingkungan,” ujar Arif.

Menurut Arif, kecepatan personel dalam merespons laporan masyarakat merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat.

“Ini merupakan perwujudan nyata dari moto Polres Balangan, Bekerja Dengan Ikhlas, Bertindak Profesional, Hadir Untuk Masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta seluruh personel mempertahankan pelayanan kepada masyarakat dengan mengedepankan keikhlasan dalam menjalankan tugas.

“Teruslah kita layani masyarakat Balangan dengan setulus hati. Jadikan setiap jerih payah dan pengabdian kita sebagai ladang pahala,” pungkasnya.

Polres Balangan juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan keberadaan titik api melalui Call Center 110 atau kantor kepolisian terdekat.