
KalselBabusalam.com – Perjalanan Vinicius Junior di Real Madrid selalu penuh dinamika. Mengawali kariernya di Santiago Bernabeu dengan kerikil tajam, sang bintang muda sempat kesulitan mencuri perhatian manajer legendaris Zinedine Zidane. Namun, transformasinya dimulai setelah kedatangan Carlo Ancelotti, yang berhasil membangkitkan kembali kepercayaan diri Vinicius hingga ia menjelma menjadi salah satu penyerang sayap paling berbakat di kancah sepak bola dunia.
Sayangnya, roda nasib kembali berputar. Sejak Xabi Alonso mengambil alih kursi kepelatihan, Vinicius justru kembali terperangkap dalam situasi sulit. Kehadiran Kylian Mbappe di skuad juga turut menambah beban dan memicu rasa frustrasi yang kian mendalam bagi pemain asal Brasil ini.
Tak hanya di dalam lapangan, hubungan Vinicius dengan manajemen klub juga dikabarkan memburuk di luar ruang ganti. Kontraknya yang akan berakhir pada tahun 2027 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda pembaruan, menciptakan spekulasi dan ketidakpastian di masa depan sang pemain.
Pihak Vinicius dan Real Madrid belum mencapai titik temu mengenai besaran gaji. Tuntutan Vinicius untuk mendapatkan kenaikan gaji setara dengan Mbappe dinilai akan menjadi beban finansial yang signifikan bagi Real Madrid dalam jangka panjang, mengingat struktur keuangan klub yang harus tetap terjaga.
Di tengah tarik-ulur alot seputar kontrak baru, Vinicius juga sempat memicu kontroversi beberapa pekan lalu. Gestur dan perkataannya setelah digantikan dalam laga panas El Clasico menjadi sorotan, menambah panjang daftar ketegangan yang menyelimuti perjalanannya di klub ibu kota Spanyol tersebut.
Menurut laporan terbaru dari Sacha Tavolieri di Sky Sports, dengan segala ketegangan yang terjadi, Real Madrid kini mulai serius mempertimbangkan opsi untuk melepas Vinicius pada bursa transfer musim panas 2026. Klub dikabarkan siap membuka pintu negosiasi dan mendengarkan penawaran dari tim mana pun yang tertarik untuk menggunakan jasa penyerang lincah tersebut.
Namun, Real Madrid mematok harga yang terbilang fantastis. Klub hanya akan melepas Vinicius dengan nilai transfer yang tidak kurang dari 150 juta euro. Angka setinggi itu dinilai akan sangat sulit dipenuhi oleh sebagian besar klub-klub elite Eropa, terutama dengan performa Vinicius yang belakangan cenderung menurun dan tuntutan gaji besar yang ia ajukan.
Oleh karena itu, skenario paling realistis yang kini dipertimbangkan Real Madrid adalah menunggu penawaran dari klub-klub raksasa Arab Saudi. Mereka dinilai memiliki kapasitas finansial yang mumpuni untuk membayar harga tinggi yang diminta Los Blancos.
Dengan segala intrik dan spekulasi yang menyelimuti, bagaimana nasib Vinicius selanjutnya? Apakah ia akan tetap berseragam Real Madrid, atau justru akan memulai babak baru di klub lain? Kita nantikan saja perkembangan dari saga transfer yang kian memanas ini.











