kalselbabusalam.com – Manajer Tim Nasional (Timnas) Indonesia sekaligus anggota Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, akhirnya buka suara terkait isu perpecahan di ruang ganti skuad Garuda. Rumor ini mencuat kencang menyusul berakhirnya perjuangan Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan hasil yang mengecewakan.

Perjalanan Timnas Indonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 memang baru saja usai di Jeddah, Arab Saudi. Sayangnya, skuad Merah Putih harus menelan pil pahit kegagalan melaju ke babak selanjutnya dalam turnamen akbar tersebut.

Kekalahan beruntun menjadi penyebab terhentinya langkah Timnas Indonesia menuju pentas Piala Dunia 2026. Pertama, skuad Garuda takluk 2-3 dari tuan rumah Arab Saudi pada Kamis (9/10/2025). Kemudian, di laga pamungkas kontra Irak pada Minggu (12/10/2025) dini hari WIB, mereka kembali menyerah 0-1. Hasil minor ini menempatkan Timnas Indonesia sebagai juru kunci grup, sekaligus menutup asa mereka untuk berkompetisi di Piala Dunia 2026.

Di tengah kekecewaan publik atas kegagalan tersebut, perbincangan di berbagai platform media sosial justru diramaikan oleh isu dugaan perpecahan atau dinamika internal di ruang ganti Timnas Indonesia. Rumor ini semakin menguat setelah bek andalan, Justin Hubner, sempat mengunggah curahan hatinya di akun Instagram pribadi.

Meskipun Justin Hubner kemudian menyampaikan permohonan maaf atas unggahannya, isu mengenai ketidakharmonisan di dalam tim justru semakin menjadi sorotan publik. Situasi ini lantas memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan dari para suporter setia.

Menanggapi hal tersebut, Sumardji akhirnya angkat bicara. Dilansir dari keterangan yang disampaikannya kepada awak media, termasuk BolaSport.com, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (13/10/2025), Sumardji mengakui bahwa situasi di ruang ganti pasca-kekalahan memang tidak pernah mudah. “Jadi begini, kalau berbicara soal ruang ganti sebenarnya begini ya. Ruang ganti itu setiap kita mengalami kekalahan, itu pasti ada situasi yang sulit,” ujar Sumardji menegaskan kembali kondisi yang umum terjadi.

Lebih lanjut, Manajer Timnas Indonesia itu memberikan klarifikasi mengenai pernyataan Justin Hubner yang memicu kegaduhan. Menurut Sumardji, apa yang disampaikan Hubner melalui akun Instagram pribadinya memiliki dua sisi: ada kebenaran di baliknya, namun juga ada kekeliruan dalam metode penyampaiannya.

Kebenaran dari keluhan Justin Hubner terletak pada rasa kekecewaan mendalam dan jiwa nasionalismenya yang terpanggil setelah Timnas Indonesia gagal meraih kemenangan melawan Arab Saudi. “Benarnya dia merasa bahwa jiwa nasionalnya dia, patriotnya dia terpanggil. Kenapa kita kalah dengan Saudi? Itu yang pertama,” jelas Sumardji, memahami emosi sang pemain.

Namun, di sisi lain, Sumardji menganggap tindakan Hubner yang mengungkapkan keluhannya ke publik sebagai suatu kekeliruan. Seharusnya, menurut Sumardji, hal tersebut dibicarakan secara internal dalam lingkup tim untuk menjaga keutuhan. “Terus yang kedua, dari salahnya, kenapa itu harus disampaikan ke publik? Mestinya harusnya sampaikan itu di internal,” tambahnya.

Sumardji juga memastikan bahwa Justin Hubner telah menyadari kekeliruannya dan telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dengan adanya permohonan maaf tersebut, Sumardji mengindikasikan bahwa masalah internal yang sempat mencuat kini telah dianggap selesai. Ia memilih untuk tidak menjelaskan lebih rinci mengenai dinamika atau dugaan perpecahan yang terjadi di ruang ganti Timnas Indonesia, menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah menatap agenda selanjutnya dengan soliditas yang terjaga.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.