
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan perumusan pembentukan Satuan Tugas Reformasi Integritas Pasar Modal sedang dalam tahap perumusan surat keputusan bersama di lintas lembaga.
“Kami pastikan ini juga tidak hanya sekadar proposal, tapi justru kami pastikan pemenuhannya dan sesuai dengan target yang kami letakkan,” kata pejabat sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, dalam konferensi pers, di kompleks Bank Indonesia, Selasa, 3 Maret 2026.
Friderica mengatakan, tujuan membentuk satuan tugas melalui surat keputusan bersama dilakukan untuk mengoptimalkan kebijakan, penyesuaian regulasi, penguatan pengawasan, pendalaman pasar, koordinasi lintas lembaga dan instansi terkait yang sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Ia menjelaskan, reformasi pasar modal merupakan prioritas pimpinan baru usai mundurnya pejabat OJK yang terjadi pada Januari lalu. Friderica pun berjanji akan menyajikan kebijakan dan langkah reformasi pasar modal secara transparan dan berkala kepada publik.
Dalam kesempatan yang sama, Friderica mengatakan OJK sudah melakukan berbagai pertemuan intensif dengan lembaga rating global. Pertemuan itu untuk memastikan langkah dilakukan OJK sejalan dengan ekspektasi investor asing. “Juga kami memastikan bahwa pemenuhannya dapat dilakukan secara baik dan kami monitor,” tuturnya.
Adapun satuan tugas itu nantinya bertugas memastikan delapan rencana aksi percepatan reformasi pasar modal yang dicanangkan OJK bisa segera terealisasi sesuai dengan lini waktu yang telah ditetapkan.
Delapan rencana aksi tersebut adalah kebijakan peningkatan free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen; pengungkapan Ultimate Beneficial Ownership atau UBO; perluasan pengungkapan tipe investor dan kepemilikan saham dari yang sebelumnya 5 persen menjadi di atas 1 persen; kemudian demutualisasi Bursa Efek Indonesia; penegakan peraturan dan sanksi; peningkatan tata kelola; pendalaman pasar secara integrasi; serta sinergi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder dan seluruh pelaku usaha jasa keuangan.
Anastasya Lavenia berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Apa Upaya Pemerintah Meredam Dampak Perang Iran-Israel











