Antusiasme investor terhadap SpaceX kembali memanas setelah berbagai laporan mengindikasikan bahwa perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut akan segera melantai di bursa saham melalui initial public offering (IPO). Bahkan, proses IPO disebut bisa berlangsung secepat bulan depan atau setidaknya pada musim panas tahun ini.
Kabar tersebut langsung menarik perhatian pasar karena SpaceX selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan teknologi swasta paling bernilai di dunia. Tidak hanya sukses merevolusi industri peluncuran roket, perusahaan ini juga dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain dominan di sektor internet satelit, eksplorasi luar angkasa, hingga teknologi masa depan lainnya.
Menariknya lagi, investor ritel atau investor kecil disebut akan mendapatkan porsi lebih besar dibanding IPO pada umumnya. Hal ini membuat peluang masyarakat umum untuk ikut memiliki saham SpaceX menjadi semakin terbuka lebar.
1. Elon Musk disebut ingin prioritaskan investor ritel
Dalam sebagian besar IPO perusahaan besar, biasanya hanya sekitar 5 persen hingga 10 persen saham yang dialokasikan untuk investor ritel. Namun menurut sejumlah laporan, Elon Musk ingin menyediakan hingga 30% saham IPO SpaceX untuk investor kecil.
Chief Financial Officer SpaceX, Bret Johnsen, mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendukung SpaceX dan Elon Musk selama bertahun-tahun. Keputusan ini tentu menjadi kabar baik bagi investor ritel yang selama ini sering kesulitan mendapatkan akses awal terhadap saham perusahaan teknologi besar sebelum harganya melonjak di pasar publik.
Meski begitu, beberapa investor sebenarnya sudah memiliki peluang terbatas untuk mendapatkan eksposur ke SpaceX sebelum IPO. Namun opsi tersebut umumnya datang dengan biaya tambahan, likuiditas yang lebih rendah, serta berbagai pembatasan investasi.
2. Valuasi SpaceX dinilai sangat fantastis
Salah satu hal yang paling banyak dibicarakan menjelang IPO adalah valuasi SpaceX yang diperkirakan berada di kisaran 1,5 triliun dolar AS hingga 2 triliun dolar AS. Jika angka tersebut tercapai, SpaceX akan langsung masuk ke jajaran 10 perusahaan paling bernilai di dunia.
Bagi sebagian investor, valuasi setinggi itu mungkin terlihat terlalu mahal. Namun banyak analis menilai bahwa harga tersebut lebih mencerminkan ekspektasi masa depan dibanding kondisi bisnis saat ini.
Fenomena serupa sebenarnya juga terjadi pada Tesla. Meski penjualan mobil Tesla mengalami tekanan dalam beberapa tahun terakhir, valuasi perusahaan tetap sangat tinggi karena investor lebih fokus pada potensi bisnis masa depan seperti robotaxi dan teknologi AI.
Hal yang sama kini mulai terlihat pada SpaceX. Berdasarkan dokumen prospektus publik yang baru dirilis, valuasi perusahaan sangat bergantung pada keyakinan investor bahwa pertumbuhan terbesar SpaceX masih akan terjadi di masa mendatang.
3. Masa depan SpaceX dinilai masih sangat besar
Optimisme terhadap SpaceX bukan tanpa alasan. Perusahaan ini dianggap sebagai pelopor utama teknologi roket yang dapat digunakan kembali atau reusable rocket. Inovasi tersebut berhasil memangkas biaya peluncuran luar angkasa secara drastis dibanding perusahaan roket lainnya.
Setelah IPO nanti, SpaceX dikabarkan akan menggunakan sebagian dana segar untuk mempercepat pengembangan dan pengujian roket Starship. Roket raksasa ini diyakini mampu menurunkan biaya pengiriman muatan ke luar angkasa secara signifikan.
Jika Starship berhasil dikembangkan secara penuh, dampaknya bisa sangat besar terhadap industri luar angkasa global. Biaya yang lebih murah akan membuka peluang bisnis baru yang sebelumnya hanya dianggap sebagai mimpi.
4. Starlink jadi bukti nyata potensi SpaceX
Salah satu contoh kesuksesan SpaceX saat ini adalah Starlink. Layanan internet satelit tersebut pertama kali meluncurkan satelit operasional pada 2019 dan kini berkembang menjadi jaringan internet satelit low-earth orbit berkecepatan tinggi terbesar di dunia.
Starlink saat ini disebut mampu menghasilkan pendapatan operasional tahunan sekitar US$15 miliar hingga US$16 miliar. Angka itu menunjukkan bahwa SpaceX bukan lagi sekadar perusahaan eksplorasi luar angkasa, tetapi sudah berkembang menjadi bisnis teknologi dengan sumber pendapatan nyata.
Ke depan, peluang pertumbuhan SpaceX juga dinilai masih sangat luas. Mulai dari ekspansi layanan Starlink ke lebih banyak negara, pembangunan pusat data orbital, hingga kemungkinan mendirikan pangkalan permanen di bulan menjadi bagian dari visi jangka panjang perusahaan.
Walaupun sebagian rencana tersebut masih terdengar futuristis, banyak investor percaya bahwa SpaceX memiliki kemampuan teknologi dan sumber daya untuk mewujudkannya secara bertahap.
Layak jadi investasi jangka panjang?
Dengan valuasi yang sangat tinggi, tentu muncul pertanyaan apakah saham SpaceX masih layak dibeli setelah IPO nanti. Jawabannya kembali bergantung pada seberapa besar keyakinan investor terhadap masa depan industri luar angkasa dan teknologi yang dikembangkan perusahaan.
Bagi investor jangka pendek, volatilitas harga saham kemungkinan akan cukup tinggi setelah IPO. Namun bagi investor jangka panjang, SpaceX dianggap memiliki peluang menjadi salah satu perusahaan teknologi paling berpengaruh dalam beberapa dekade mendatang.
Apalagi perusahaan ini tidak hanya bermain di satu sektor, tetapi memiliki potensi di berbagai industri besar sekaligus, mulai dari peluncuran roket, internet satelit, AI infrastructure, hingga eksplorasi luar angkasa.
Pada akhirnya, IPO SpaceX bukan sekadar pencatatan saham biasa. Banyak pihak melihatnya sebagai momen penting yang bisa membuka era baru investasi di industri antariksa modern. Meski valuasinya sudah sangat besar sejak awal, sebagian investor percaya bahwa perjalanan pertumbuhan SpaceX sebenarnya baru saja dimulai.
IPO SpaceX Dongkrak Tesla, Investor Diminta Tetap Waspada SpaceX Melantai di Bursa, Kekayaan Elon Musk Bakal Segera Terkerek? Perbedaan SpaceX dan NASA, dari Sejarah hingga Visi Ruang Angkasa











