KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melaporkan ruas jalan nasional penghubung Gayo Lues – Aceh Tenggara kembali terputus akibat longsor. Longsor susulan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat, 2 Januari 2026.

Material longsoran menutup badan jalan di beberapa titik. Kondisi ini sempat mengganggu kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat yang melintas di jalur penghubung antar kabupaten tersebut.

Menindaklanjuti kejadian itu, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh langsung melakukan penanganan darurat. Alat berat dan personel dikerahkan ke lokasi untuk membuka kembali akses jalan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemulihan konektivitas menjadi prioritas utama pascabencana. Menurut dia, jalan dan jembatan memiliki peran penting bagi kehidupan dan perekonomian masyarakat.

“Konektivitas jalan dan jembatan adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan perekonomian daerah. Karena itu, kami memastikan ruas jalan nasional di Aceh tetap tertangani dengan cepat,” kata Dody dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 3 Januari 2027.

Ia menargetkan ruas Jalan Gayo Lues – Aceh Tenggara dapat kembali normal paling lambat 7 Januari 2026 pukul 15.00 WIB. Penanganan di lapangan terus dipercepat agar aktivitas warga segera kembali berjalan.

BPJN Aceh sejak Jumat telah memobilisasi alat berat bersama mitra kerja. Sebanyak delapan unit ekskavator, dua unit dozer, dan empat unit loader dikerahkan untuk membersihkan material longsor. Penanganan difokuskan pada titik dengan kerusakan terparah.

Kepala BPJN Aceh Heri Yugiantoro mengatakan segmen Tetunpun sepanjang sekitar 200 meter telah berhasil difungsikan kembali pada Sabtu siang ini sekitar pukul 14.00 WIB. “Sementara di segmen Tangsaran sepanjang kurang lebih 300 meter masih terdapat runtuhan yang sedang ditangani,” ujar Heri.

Pada segmen Begade sepanjang sekitar 60 meter, jalan yang sempat tertutup total akibat longsoran batu besar sudah kembali fungsional. Saat ini petugas masih menangani sisa batuan menggunakan alat pemecah. Dua unit breaker tambahan sedang didatangkan dari Medan.

Selain fokus di ruas Gayo Lues – Aceh Tenggara, Kementerian PU juga mengintensifkan penanganan infrastruktur konektivitas di wilayah lain yang terdampak bencana di Aceh. Sebanyak 811 personel gabungan dikerahkan ke lapangan.

Personel tersebut berasal dari Kementerian PU, BUMN Karya, pemerintah daerah, dan TNI. Mereka bekerja secara bergantian untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan aman.

Kementerian PU juga menurunkan 145 unit alat berat di berbagai lokasi terdampak. Alat berat tersebut terdiri atas 67 ekskavator, 48 dump truck, 12 wheel loader, enam crane, serta 12 peralatan pendukung lainnya.

Pilihan Editor: Untuk Apa Reaktivasi Rel Kereta 12 Ribu Kilometer

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.