MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menambah dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp 100 triliun ke bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sebelumnya bendahara negara sudah meletakkan dana SAL Rp 200 triliun ke Himbara.

Dengan demikian, saat ini total uang pemerintah yang dipindahkan dari Bank Indonesia ke bank BUMN senilai Rp 300 triliun. “Seminggu sebelum Lebaran saya tambah lagi Rp 100 triliun ke sistem perekonomian,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026.

Penambahan dana itu bertujuan untuk menambah likuiditas di sistem perekonomian. Sebab, menurut pengamatan Purbaya, likuiditas di bank masih kurang dan hal itu terlihat dari meningkatnya imbal hasil atau yield surat berharga.

Sebelum mengambil langkah itu, Menteri Keuangan sempat bertanya ke Direktur Jenderal Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti berapa uang pemerintah yang masih tersimpan di bank sentral. Ternyata pemerintah masih punya dana lebih dari Rp 400 triliun. “Masukkan Rp 100 ke perbankan,” kata Purbaya saat menirukan instruksinya kepada Astera.

Purbaya tak merinci bank-bank apa saja dan berapa besaran dana yang disalurkan. Namun ia menyebut Bank DKI menerima sekitar Rp 2 triliun. Selain itu, ia menyatakan bahwa penempatan dana kali ini lebih fleksibel, tapi mempertimbangkan kemampuan masing-masing bank.

Dana SAL Rp 200 triliun awalnya dipindahkan ke lima bank pada 12 September 2025. Pada November 2025 Purbaya menambah suntikan dana Rp 76 triliun ke sejumlah Bank Himbara dan 1 Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun pemerintah telah menarik kembali dana sebesar Rp 75 triliun dari total Rp 276 triliun yang disimpan di sistem perbankan tersebut.

Penempatan tersebut jatuh tempo pada Maret 2026. Namun Purbaya menyatakan tak bakal menarik atau memperpanjang masa penyimpanan dana itu selama 6 bulan lagi.

Pilihan Editor: Katanya Stok BBM Aman, Mengapa di Daerah Langka?

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.