Kabar mengejutkan datang dari tubuh Kementerian Keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengonfirmasi pencopotan dua pejabat tinggi eselon satu dari jabatannya. Kedua pejabat yang dibebastugaskan tersebut adalah Febrio Kacaribu dari posisi Direktur Jenderal (Dirjen) Strategi Ekonomi dan Fiskal, serta Luky Alfirman yang diberhentikan dari posisi Direktur Jenderal Anggaran.

Purbaya menjelaskan, dua posisi strategis di Kementerian Keuangan itu kini telah diisi oleh pelaksana tugas harian (Plh) dan kebijakan ini berlaku efektif sejak Selasa, 21 April 2026. Mengenai masa depan Febrio dan Luky, Menteri Keuangan Purbaya belum memberikan keputusan final. “Istirahat dulu, nanti akan dicarikan tempat yang pas untuk mereka,” ujarnya, seperti KalselBabusalam.com dilansir, saat ditemui wartawan di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Namun demikian, Bendahara Negara tersebut masih enggan memberikan rincian mengenai siapa yang akan mengisi posisi definitif kedua dirjen tersebut, maupun alasan konkret di balik perubahan ini. Menteri Keuangan Purbaya hanya menyatakan bahwa ia akan segera menyetorkan nama-nama calon pengganti kepada Presiden Prabowo Subianto pada Mei 2026 mendatang.

Pencopotan ini sontak menarik perhatian publik terhadap rekam jejak kedua figur penting ini. Berikut adalah profil singkat dari kedua Direktur Jenderal Kementerian Keuangan yang kini berstatus nonaktif tersebut:

1. Luky Alfirman

Luky Alfirman, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran sebelum dicopot, lahir di Bandung pada 27 Maret 1970. Perjalanan akademisnya dimulai dengan gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1994. Dedikasinya pada ilmu ekonomi terlihat jelas saat ia meraih gelar Master of Arts (MA) di bidang Ekonomi pada tahun 2000, diikuti dengan gelar Doctor of Philosophy (PhD) pada tahun 2004, keduanya dari University of Colorado, Boulder, Amerika Serikat.

Karirnya di Kementerian Keuangan dimulai pada 1 Maret 1995 sebagai pegawai di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Dengan rekam jejak yang cemerlang, ia kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis. Pada September 2015, Luky mengemban tugas sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan di Sekretariat Jenderal untuk Menteri Keuangan. Selanjutnya, pada 28 Juli 2017, ia dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara.

Puncaknya, Luky Alfirman kemudian dipercaya sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko pada 30 November 2017. Pengalamannya semakin luas dengan menjabat sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan sejak 1 November 2022. Jabatan terakhirnya sebelum pencopotan adalah Direktur Jenderal Anggaran, yang diembannya setelah dilantik oleh Sri Mulyani Indrawati pada 23 Mei 2025.

2. Febrio Kacaribu

Sosok Febrio Kacaribu, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, lahir di Sidikalang, Sumatra Utara, pada tahun 1978. Pendidikan tingginya dimulai di dalam negeri, dengan gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada tahun 2002. Ia kemudian memperluas cakrawala akademisnya dengan meraih gelar Master of International & Development Economics dari Australian National University pada tahun 2005, disusul gelar Ph.D dari University of Kansas pada tahun 2014.

Sebelum bergabung dengan struktural Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu telah dikenal luas di dunia akademisi dan riset. Sejak tahun 2015, ia menjabat sebagai Kepala Riset Ekonomi Makro dan Keuangan di Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI. Keahliannya mencakup bidang vital seperti Ekonomi & Proyeksi Bisnis, Model Ekonomi, Ekonomi Keuangan, Ekonomi Moneter, dan Analisis Kebijakan Publik, yang menjadikannya pakar yang sangat dihormati.

Kiprahnya di pemerintahan dimulai ketika ia dilantik sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada 3 April 2020. Perjalanan kepemimpinannya di lembaga tersebut berlanjut hingga BKF bertransformasi secara resmi menjadi Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Ditjen SEF). Febrio Kacaribu kemudian dipercaya menahkodai direktorat baru ini, setelah dilantik oleh Sri Mulyani Indrawati pada 23 Mei 2025, sebelum akhirnya dicopot dari jabatan tersebut.

Pilihan Editor: Jika Rasio Bunga Utang Pemerintah Melampaui Batas Aman

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.