
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memperkirakan kebutuhan masyarakat terhadap produk gasoline atau bahan bakar minyak (BBM) mesin bensin di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kenaikan signifikan selama masa libur Lebaran 2026.
“Kami perkirakan untuk BBM mesin bensin konsumsi hariannya melonjak sebesar 30,3 persen menjadi 16.863 kiloliter dibandingkan rata-rata normal 12.943 kiloliter,” ujar Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Fanda Chrismianto, Jumat, 13 Maret 2026.
Fanda memprediksi, dari BBM mesin bensin itu kenaikan tertinggi terjadi pada produk Pertamax Turbo yang mencapai 55,3 persen. Diikuti Pertalite sebesar 30,2 persen, kemudian Pertamax yang mengalami lonjakan permintaan 29,7 persen.
Permintaan BBM mesin bensin ini diproyeksikan berbanding terbalik dengan gasoil atau BBM mesin diesel yang diperkirakan mengalami penurunan sebesar 10,3 persen. Dengan estimasi konsumsi harian turun dari 7.069 kiloliter menjadi 6.340 kiloliter.
“Penurunan konsumsi diesel ini sebagai dampak langsung dari kebijakan Kementerian Perhubungan yang memberlakukan pembatasan angkutan barang selama periode arus mudik dan balik Lebaran yang dijadwalkan selama 13 hingga 29 Maret 2026,” kata Fanda.
Fanda menambahkan pada momen momen mudik Lebaran tahun ini sangat padat dan berdekatan dengan libur nasional lainnya, perlu perhatian khusus pada pasokan yang perlu disiapkan.
Momen Idul Fitri yang jatuh pada 21-22 Maret berdekatan dengan libur Hari Raya Nyepi pada 18-19 Maret. “Sehingga kami menyiagakan stok BBM, LPG, dan Avtur di seluruh titik pasokan,” kata dia.
Pada sektor distribusi, Fanda mengatakan, telah memetakan puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi dalam dua gelombang. Yakni pada 14-15 Maret dan 18-20 Maret 2026. Distribusi akan memgandalkan salah satunya dukungan sistem one way di tol Trans Jawa mulai dari KM 70 Cikampek hingga KM 421 Semarang-Solo.
Adapun Region Manager Supply & Distribution Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah Priyo Djatmiko menjelaskan konsumsi elpiji rumah tangga di masa Ramadan-Lebaran ini turut terkerek naik 9 persen menjadi 5.293 metrik ton per hari.
Menurutnya, pihaknya telah menyiapkan langkah pengamanan stok melalui alokasi tambahan berupa extra dropping sebesar 8,33 persen atau setara 3.145.050 tabung yang disalurkan bertahap.
“Kami juga alokasi fakultatif sebanyak 5.902.480 tabung LPG untuk mengantisipasi lonjakan permintaan saat Lebaran dan Nyepi,” kata dia.
Untuk menjamin penyaluran elpiji 3 kg, Pertamina juga mempersiapkan rencana tambahan alokasi reguler total mencapai 37,7 juta tabung di seluruh wilayah Jawa Bagian Tengah.
Pilihan Editor: Angan-angan Menambah Kapasitas Stok BBM









