ASOSIASI Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia mengakui pemberian Bonus/Bantuan Hari Raya (BHR) pada Lebaran tahun ini lebih baik dengan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya. Meski demikian, besarannya dianggap masih belum sesuai dengan harapan mereka.

“Kalau menurut kami (besarannya) belum ideal, namun terjadi peningkatan penyaluran maupun angka BHR untuk tahun 2026 ini,” ucap Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono kepada Tempo, dikutip Selasa, 24 Maret 2026.

Berdasarkan hitungan Asosiasi Garda Indonesia, pemberian THR ojol yang ideal adalah Rp 1,2 juta per pengemudi. Penghitungan tersebut berdasarkan nominal yang harus disiapkan oleh para aplikator Rp 100 ribu per bulan dikali 12 bulan, sehingga hasil akhirnya Rp 1,2 juta.

“Namun yang diberikan oleh perusahaan aplikasi (tahun ini) BHR senilai Rp 150 sampai dengan Rp 250 ribu yang dominan, ada juga yang menerima Rp 400 sampai Rp 500 ribu,” kata Igun.

Asosiasi meminta pemerintah membuat aturan yang baku atau rigid ihwal penyaluran dan rumusan BHR untuk tahun berikutnya. “Idealnya harus ada aturan, regulasi yang memiliki dasar hukum kuat.”

Masih ada waktu setahun bagi pemerintah untuk menyiapkan aturan baru sampai dengan hari raya Idul Fitri 2027. Sehingga, penyaluran BHR tak bakal menjadi polemik yang terus muncul tiap tahun.

Selain penyaluran BHR, Asosiasi juga berharap pemerintah menetapkan sejumlah regulasi untuk melindungi para pengemudi. Salah satunya adalah soal mekanisme bagi hasil dengan aplikator.

Garda Indonesia meminta pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) skema bagi hasil 90:10. Regulasi ini memungkinkan pengemudi ojek daring mendapat hasil 90 persen dan perusahaan aplikasi maksimal 10 persen.

Aturan ini dibutuhkan di tengah rencana pemerintah menerapkan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Adapun aturan WFH diprediksi bakal menurunkan pendapatan dari sisi ride-hailing alias layanan pengantaran penumpang sekitar 10-30 persen. Perpres bagi hasil 90:10 diharapkan dapat memberi kepastian pendapatan bagi pengemudi pada kondisi ini.

Pilihan Editor: Kuasa Algoritma Taksi dan Ojek Onlin

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.