KalselBabusalam.com – AirNav Indonesia meningkatkan kesiapsiagaan operasional dengan menyiagakan 3.840 personel untuk mengawal kelancaran lalu lintas penerbangan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah antisipatif ini diambil untuk memastikan keamanan dan efisiensi penerbangan di seluruh wilayah udara Indonesia.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, dalam konferensi pers yang digelar di Bandung, Rabu, 12 November 2025, memaparkan rincian komposisi personel yang bertugas. “Kami mengerahkan 1.700 Air Traffic Controllers (ATC), 1.000 petugas Air Traffic Service Engineers, 160 petugas Aeronautical Information Service Officers, dan 490 petugas Air Communication Officers,” jelas Setio. Konferensi pers ini bertajuk Kesiapan AirNav Indonesia menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

“AirNav bersiaga penuh memastikan setiap pesawat lepas landas dan mendarat dengan selamat,” tegas Setio, menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik.

Lebih lanjut, Setio menjelaskan bahwa bagi AirNav Indonesia, periode Natal dan Tahun Baru bukan hanya sekadar puncak kepadatan penerbangan. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan emas untuk membuktikan komitmen dan kesiapan AirNav dalam menjaga langit Indonesia tetap aman, efisien, dan terkendali.

Selain kekuatan personel yang mumpuni, AirNav Indonesia juga mempersiapkan infrastruktur pendukung yang handal. Dilansir dari keterangan resminya, lebih dari 2.400 fasilitas komunikasi, navigasi, surveillance, ATC System, dan jaringan komunikasi penerbangan telah disiapkan untuk mendukung kelancaran operasional.

AirNav juga telah menyiapkan serangkaian prosedur penting, termasuk prosedur navigasi penerbangan, prosedur kontinjensi, dan disrupsi penerbangan. Prosedur ini mencakup perpanjangan operating hours sesuai kebutuhan pengguna jasa, pembebasan biaya advance/extend, pengelolaan slot yang kolaboratif dalam UPKS (OTBAN, AirNav, dan Airport), serta penyediaan informasi data penerbangan dan informasi aeronautika yang relevan, akurat, dan tepat waktu.

Sebelumnya, AirNav Indonesia memprediksi adanya peningkatan pergerakan pesawat selama periode Nataru 2025/2026. Total pergerakan diperkirakan mencapai 76.972 penerbangan, atau naik 3,5 persen dibandingkan periode Nataru sebelumnya.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, memproyeksikan puncak arus libur Nataru akan terjadi pada tanggal 19–20 Desember 2025. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 3–4 Januari 2026. “Selama masa itu, intensitas penerbangan harian pada seluruh bandara diperkirakan mencapai 4.300 hingga mendekati 5.000 pergerakan pesawat,” ungkap Capt. Avirianto.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.