
KALSELBABUSALAM.COM
Hulu Sungai Selatan – Kalimantan Selatan kembali mengukuhkan komitmennya dalam melestarikan alam dan budaya Banua melalui program Meratus Geopark Youth Edu-Camp 2024. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Plt. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Muhammad Syarifuddin, pada Jumat (29/11) di Alam Roh 7, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Sebanyak 65 generasi muda terlibat aktif dalam acara yang berlangsung selama dua hari, hingga Sabtu (30/11). Program ini diinisiasi untuk membangun kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya, khususnya kawasan Geopark Meratus yang telah diakui sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.
Dalam sambutan tertulisnya, H. Muhidin menyampaikan bahwa Geopark Meratus adalah kebanggaan yang bukan hanya milik Kalimantan Selatan, tetapi juga Indonesia. “Dengan keanekaragaman geologi, hayati, dan budaya yang dimilikinya, Geopark Meratus merupakan warisan yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Ia menekankan, pengelolaan kawasan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat. “Kalian, para peserta Geopark Youth Edu-Camp, adalah garda terdepan dalam menjaga kelestarian Meratus,” ujar H. Muhidin melalui Kadispar Kalsel.
Melalui kegiatan ini, H. Muhidin berharap peserta tidak hanya mendapatkan wawasan baru tentang pelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi duta-duta Geopark Meratus yang kreatif dan inovatif. “Kita harus menjadikan Meratus sebagai sumber inspirasi dan inovasi masa depan. Langkah ini adalah strategi penting dalam menanamkan nilai keberlanjutan sejak dini,” tambahnya.
Kegiatan ini juga berfokus pada edukasi tentang mitigasi perubahan iklim, yang dilakukan melalui kolaborasi antara peserta, masyarakat, dan pihak terkait. Edukasi ini diharapkan memotivasi masyarakat untuk berkontribusi nyata dalam menjaga keindahan alam Meratus.
Kadispar Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berakhir di tataran teori. “Melalui pengalaman langsung di alam, kami berharap generasi muda ini dapat menjadi pelopor aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan, serta mampu menginspirasi komunitas di sekitarnya,” jelasnya.
Sebagai kawasan yang telah mendapat pengakuan global, Geopark Meratus kini menghadapi tantangan besar dalam memastikan pengelolaan yang berkelanjutan. Generasi muda, menurut H. Muhidin, adalah kunci utama untuk menjawab tantangan tersebut.
Kegiatan yang penuh inspirasi ini membuktikan bahwa pelestarian alam dan budaya tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi harapan masa depan.(Adpim/Ainah).










