MENTERI Usaha Mikro Kecil dan Menengah Maman Abdurrahman menyatakan sebanyak 18.614 pengusaha berskala kecil, menengah, dan mikro berstatus sebagai pemasok program makan bergizi gratis (MBG). Jumlah tersebut merupakan data terakhir yang dihimpun Badan Gizi Nasional per 10 November 2025.

“Proyeksi penyerapan tenaga kerja di dalam supplier dan seluruh ekosistem makan bergizi gratis kurang lebih sekitar 2,25 juta (orang),” kata Maman dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR, yang disiarkan secara daring, Selasa, 20 Januari 2026.

Pernyataan itu disampaikan Maman saat memaparkan capaian kinerja Kementerian UMKM sepanjang 2025. Salah satu yang disampaikan Maman adalah realisasi kredit usaha rakyat (KUR) UMKM yang mencapai Rp 270 triliun. Realisasi KUR UMKM itu tidak mencapai target yang ditetapkan pada 2025 yakni sebesar Rp 280 triliun.

Adapun jumlah penerima KUR sepanjang 2025 tercatat sebanyak 4,589 juta debitur. Jumlah itu terdiri dari 2,758 juta debitur baru dan 1,544 juta debitur graduasi. Maman mengatakan jumlah debitur baru dan graduasi pada 2025 melampaui target.

Menurut Maman, program KUR UMKM itu memiliki potensi menyerap sebanyak 7,7–11,6 juta orang. Maman mengatakan, rentang jumlah potensi serapan tenaga kerja itu mengacu riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Berdasarkan riset BRIN, kata dia, seorang debitur berpotensi membuka lapangan kerja sekitar dua hingga tiga orang.

Maman juga melaporkan realisasi KUR sektor produksi yang mencapai Rp 163,9 triliun atau 60,7 persen dari total realisasi KUR. Maman mengatakan realisasi KUR produksi harus mencapai 60 persen dari total. Adapun jumlah realisasi KUR produksi 2025 menjadi yang tertinggi sekaligus membuat rekor baru sejak 2020 yang tidak pernah mencapai target.

Maman menjelaskan, alokasi KUR sektor produksi menjadi penting karena membuat penyerapan tenaga kerja lebih besar dibandingkan sektor perdagangan. Namun Maman menyayangkan mayoritas dari potensi jutaan tenaga kerja yang terserap berkat program KUR justru masih bekerja di sektor informal.

Ia berjanji kementeriannya akan mengevaluasi sehingga mendorong jutaan tenaga kerja bisa masuk ke sektor formal. Sebab menurut dia, pekerja formal akan mendapatkan jaminan berupa seperti keselamatan bekerja lebih baik ketimbang pekerja informal. “Sedang kita buat rumusan, langkah-langkah strateginya,” tutur politikus Golkar itu.

Pilihan Editor: Mengapa Dana Syariah Indonesia Lolos Pengawasan OJK

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.