
Kotabaru, Kalselbabussalam.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kotabaru melaksanakan kegiatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) melalui pemeriksaan rontgen dada bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (09/10/2025).
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Imigrasi danPemasyaratan RI melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan Kementerian Kesehatan RI, serta melibatkan Klinik Tirta Gatot Banjarmasin, Dinas Kesehatan, dan RSUD Kotabaru.
Kepala Lapas Kotabaru, Doni Handriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan pemeriksaan ini akan berlangsung selama tiga hari, dengan melibatkan sebanyak 500 warga binaan yang dibagi ke dalam beberapa kelompok.
“Pembagian kelompok dilakukan agar setiap peserta lebih fokus mengikuti rangkaian kegiatan, serta memudahkan proses pendampingan oleh petugas dan tenaga medis,” ujarnya.
Doni menambahkan, kegiatan ini menjadi bentuk perhatian Lapas terhadap kesehatan para warga binaan.
“Harapan kami, para warga binaan selalu dalam keadaan sehat. Jika ditemukan indikasi atau gejala penyakit TBC, kami berharap dapat segera ditangani dengan cepat dan tepat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotabaru, yang diwakili oleh Roy, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan penemuan kasus TBC di lingkungan warga binaan.
“Bagi WBP yang terduga TBC akan dilakukan tes lanjutan. Jika hasilnya positif, mereka akan segera mendapatkan pengobatan,” jelasnya.
Roy menuturkan, pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap pasien selama enam bulan masa pengobatan.
“Dua bulan pertama akan kami evaluasi apakah ada penularan, kemudian bulan ketiga dan kelima kami pantau kembali. Di akhir masa pengobatan, kami pastikan apakah penderita TBC benar-benar sembuh,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya deteksi dini sekaligus meningkatkan derajat kesehatan para warga binaan di Lapas Kotabaru. Ainah










