Kotabaru, KALSELBABUSALAM.COM – Pemerintah Kabupaten Kotabaru bergerak cepat menyusun strategi untuk menekan angka stunting yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Rapat koordinasi tim pencegahan dan percepatan penurunan stunting (TPPS) tingkat kabupaten digelar pada Kamis (8/5) di Ballroom Hotel Grand Surya, Kotabaru, menandai keseriusan Pemda dalam mengatasi masalah kesehatan krusial ini.
Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, yang juga menjabat sebagai Ketua TPPS Kabupaten Kotabaru, secara langsung membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim dan peserta yang hadir. “Saya berharap melalui acara ini, semangat kita semakin membara dan kita semakin solid untuk bersatu padu menurunkan angka stunting di Kabupaten Kotabaru,” ujarnya penuh harap.
Data yang dipaparkan Syairi cukup mencengangkan. Prevalensi stunting di Kabupaten Kotabaru saat ini berada di angka 20,1%, jauh di atas target nasional tahun 2024 sebesar 14% yang dicanangkan oleh mantan Presiden Joko Widodo. Namun, optimisme tetap membara. Syairi mengungkapkan keyakinannya bahwa target Presiden terpilih Prabowo Subianto, yaitu 18,8% pada tahun 2025, dapat tercapai dengan kerja keras tim yang baru dibentuk. Target jangka panjang yang lebih ambisius pun telah ditetapkan, yakni 14,4% pada 2029, 10% pada 2034, 7,1% pada 2039, hingga mencapai 5% pada tahun 2045.
“Saya optimis target di tahun 2025 ini tercapai mengingat dengan tim yang dibentuk hari ini akan solid dalam menurunkan angka stunting di Kotabaru,” tegas Syairi. Ia menekankan perlunya tim bekerja lebih cepat dalam menyiapkan data untuk berkoordinasi lintas sektoral. Lebih lanjut, Syairi mengingatkan bahwa penanganan stunting tidak hanya berkutat pada pemberian makanan bergizi, tetapi juga harus menyentuh akar permasalahan seperti kemiskinan masyarakat Kotabaru.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas PPPAPPKB Kotabaru, Mansyah, SKM, MM, dalam laporannya menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk mematangkan arah kebijakan dan program kegiatan percepatan penurunan stunting di Kotabaru untuk periode 2025-2029. Fokus utama adalah penajaman sasaran pada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu nifas, serta keluarga berisiko stunting berdasarkan data yang akurat dan terintegrasi.
“Pentingnya Analisa situasi pada kecamatan dan desa se kabupaten Kotabaru dalam permasalahan yang Tengah di hadapi,” imbuh Mansyah, menekankan perlunya pemahaman mendalam terhadap kondisi di tingkat akar rumput.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari berbagai pihak terkait. Kepala Bapperida memaparkan tentang pelaksanaan aksi konvergensi, sementara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan mengenalkan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GETTING). Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan materi tentang indeks khusus penanganan stunting, disusul dengan hasil survei prevalensi stunting tahun 2024 oleh Kepala Dinas Kesehatan. Terakhir, Kepala Dinas PPPAPPKB Kabupaten Kotabaru memaparkan tentang pemanfaatan data keluarga berisiko stunting dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Dengan digelarnya rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Kotabaru menunjukkan komitmen kuat untuk memerangi stunting. Sinergi antar berbagai pihak dan target yang jelas diharapkan mampu membawa perubahan signifikan bagi kesehatan dan masa depan generasi penerus di Bumi Saijaan. (Ainah)










