DIREKTUR Corporate Affairs Alfamart, Solihin, mengatakan rencana ekspansi 100 gerai ke Bangladesh pada tahun ini akan mempertimbangkan kinerja retail yang saat ini sedang beroperasi. “Sangat tergantung hasil evaluasi dari dua gerai yang sudah dan akan buka dalam waktu dekat ini,” kata Solihin, melalui pesan teks, Kamis, 23 April 2026.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan ekspansi ritel modern seperti Alfamart di luar negeri belum mengalami kendala imbas konflik Timur Tengah.

Untuk perkembangan ritel modern dalam negeri, Iqbal mengatakan, pengusaha masih melakukan ekspansi walaupun jumlahnya terbatas. “Tidak se-ekspansif 10 tahun yang lalu,” ujarnya di Graha Mandiri, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Iqbal menyatakan kinerja penjualan ritel modern di dalam negeri juga masih terjaga yang terbukti dari capaian program belanja sepanjang kuartal pertama tahun ini. Ia mengatakan, pengusaha ritel berhasil meraup pendapatan melebihi target penjualan di setiap program belanja nasional.

Kementerian Perdagangan mencatat transaksi gabungan dua program belanja nasional pada kuartal pertama 2026 mencapai Rp 184,02 triliun. Jumlahnya melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp 172,38 triliun. Adapun program belanja tersebut adalah Friday Mubarak dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026.

Friday Mubarak yang diinisiasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia atau Aprindo membukukan transaksi Rp 129,12 triliun atau 8,5 persen di atas target. Program belanja yang digelar pada 11 Februari-31 Maret 2026 ini diikuti sekitar 200 merek retail, 11 juta pedagang pasar, 414 pusat belanja, dan 13.450 pasar rakyat di seluruh Indonesia.

Sementara itu, BINA Lebaran 2026 yang diinisiasi Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia atau Hippindo mencatat transaksi senilai Rp 54,9 triliun atau 2,8 persen di atas target. Program yang digelar pada 6-30 Maret 2026 ini melibatkan sekitar 800 merek, 80 ribu gerai ritel, dan 400 pusat belanja yang tersebar di 24 provinsi.

Data Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia atau APPBI mencatat kunjungan masyarakat ke pusat belanja saat Ramadan dan Idul Fitri tahun ini meningkat hingga 12 persen dibanding pada periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun konsumsi didominasi kategori makanan dan minuman serta hiburan.

Sepanjang tahun ini, Kementerian Perdagangan menyatakan pemerintah bersama asosiasi pelaku usaha menyiapkan program belanja strategis. Tujuannya untuk menjaga daya beli masyarakat.

Adapun program belanja nasional yang diinisiasi Hippindo adalah BINA Holiday pada Juni-Juli 2026, BINA HBD Indonesia pada Agustus 2026, dan BINA Indonesia Great Sale yang diselenggarakan pada Desember 2026.

Selain itu, Aprindo akan menyelenggarakan program belanja berupa Holiday Sale pada Juni 2026, Merdeka Madness pada Agustus 2026, dan Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale pada Desember 2026. Sedangkan APPBI akan menghadirkan program belanja nasional Indonesia Shopping Festival pada Agustus 2026.

Pilihan Editor: Pola Konsumsi yang Berubah Setelah Harga BBM Nonsubsidi Naik

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.