
CHIEF Executive Officer BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan nilai investasi proyek penghiliran produk bauksit, alumina, dan alumunium di Kalimantan Barat mencapai US$ 2,8 miliar.
“Klien kami itu ada tiga juga di daerah situ. Itu investasinya kurang lebih 2,8 billion USD,” kata Rosan, di Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Pernyataan itu disampaikan Rosan merujuk pada proyek penghiliran sumber daya alam yang digarap Danantara. Selain Kalimantan Barat, Rosan mengatakan Danantara akan menjalankan proyek penghiliran di Banyuwangi, Jawa Timur, berupa bioavtur. Kemudian, Rosan mengatakan Danantara akan terlibat menggarap proyek peternakan.
Adapun Presiden Prabowo Subianto menginginkan Danantara melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking atas 18 proyek penghiliran dapat digelar paling lambat Maret 2026. Hal itu disampaikan kepala negara dalam retret Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat pada Selasa lalu, 6 Januari 2026.
Soal itu, Rosan mengatakan Danantara telah menyelesaikan studi kelayakan terhadap 13 proyek. “Sudah baru itu ada lima. Jadi nanti detailnya kita akan bisa berikan di lanjutnya,” tutur dia.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyampaikan 18 proyek penghiliran tersebut telah melewati tahap prastudi kelayakan, dan diperkirakan memiliki nilai investasi mencapai Rp 600 triliun. Realisasi investasi proyek tersebut akan dipimpin langsung oleh Danantara.
Salah satu dari 18 proyek yang dibangun tersebut adalah proyek waste-to-energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Proyek ini dibangun di 34 titik yang tersebar di 34 kabupaten/kota, khususnya di daerah dengan volume timbunan sampah harian mencapai rata-rata 1.000 ton per hari.
Selain proyek waste to energy, Danantara akan melakukan groundbreaking pada proyek gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME). DME merupakan salah satu bagian dari penghiliran batu bara, di mana batu bara berkalori rendah diolah menjadi gas alternatif.
Prasetyo mengatakan pemerintah menargetkan DME mengurangi kebutuhan Indonesia terhadap gas elpiji. “Orientasi kerja harus sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan negara serta masyarakat, dengan meninggalkan kepentingan pribadi dan ego sektoral,” ujarnya pada Kamis, 8 Januari 2026.
M. Faiz Zaki berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan Editor: Danantara dan Bumerang Proyek Penghiliran Sumber Daya Alam











