INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menurun ke level 8.265,35 pada perdagangan sore ini, 12 Februari 2026. IHSG turun 25,62 poin dari penutupan perdagangan pada Rabu di level 8.290,97.

Meski turun, IHSG hari ini masih berada di atas level terendah tahun ini di level 7.922,73 pada Senin, 2 Februari 2026. Saat itu IHSG anjlok dari level tertinggi 9.134,7 akibat sentimen negatif dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan lembaga pemeringkat Moody’s.

“Setelah mengalami reli selama tiga hari berturut-turut, IHSG ditutup melemah yang antara lain didorong oleh aksi ambil untung menjelang long weekend,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis, seperti dikutip Antara.

Ratna mengatakan, investor masih cenderung melakukan strategi trading jangka pendek, di tengah kondisi ketidakpastian yang masih ada. Sektor kesehatan mengalami koreksi terbesar, sedangkan sektor barang baku mencatatkan kenaikan terbesar.

Dari dalam negeri, Presiden Prabowo Subianto berencana menyelenggarakan sarasehan ekonomi untuk memberikan penjelasan komprehensif terkait kondisi perekonomian nasional dan respon pemerintah terhadap berbagai perkembangan global pada Jumat, 13 Februari 2026.

Pemerintah berharap pertemuan tersebut akan menjawab keresahan terkait keputusan lembaga pemeringkat Moody’s Ratings, yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Dari mancanegara, pelaku pasar akan mencermati data inflasi Amerika Serikat (AS) bulan Januari 2026, yang menurut konsensus mencapai 2,5 persen year on year (yoy), atau melambat dari sebelumnya 2,7 persen (yoy) pada Desember 2025.

“Data inflasi ini akan menjadi perhatian investor setelah data nonfarm payrolls AS lebih baik dari perkiraan,” ujar Ratna.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu sektor barang baku naik sebesar 1,42 persen, diikuti oleh sektor properti dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 0,75 persen dan 0,64 persen.

Sedangkan delapan sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,00 persen dan 0,71 persen.

Pilihan Editor: Emiten Besar Borong Saham Sendiri. Siapa Saja?

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.