Hercules militer Kolombia jatuh, 66 tentara dan polisi tewas

Sebuah insiden tragis menimpa Kolombia ketika jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat angkut militer Hercules C-130 di Putumayo kini mencapai 66 orang. Data terbaru ini, dilansir dari KalselBabusalam.com dan laporan Caracol yang dikutip Antara pada Selasa, 24 Maret 2026, menunjukkan peningkatan signifikan dari laporan awal yang hanya menyebutkan 48 korban jiwa.

Pihak berwenang telah mengonfirmasi bahwa dari total 66 korban jiwa, mayoritas, yaitu 58 di antaranya, adalah personel Angkatan Darat Nasional. Enam korban lainnya berasal dari Angkatan Dirgantara Kolombia, dan dua dari Kepolisian Nasional. Informasi terbaru juga mengungkapkan bahwa pesawat nahas tersebut membawa 128 personel militer, bukan 125 seperti yang sempat diberitakan sebelumnya, menambah skala tragedi ini.

Angkatan Dirgantara Kolombia pada Senin sebelumnya menyatakan bahwa pesawat Hercules C-130 buatan Lockheed Martin itu jatuh tak lama setelah lepas landas di dekat Puerto Leguizamo, sebuah wilayah terpencil di Putumayo. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan ini masih belum diketahui secara pasti dan penyelidikan mendalam terus berlangsung untuk mengungkap fakta di baliknya.

Menteri Pertahanan, Pedro Sanchez, dilansir dari Al Jazeera, mengungkapkan melalui platform X bahwa “kecelakaan tragis” ini terjadi di Puerto Leguizamo, sebuah kota madya terpencil di provinsi Amazon Putumayo. Wilayah ini strategis karena berbatasan langsung dengan negara-negara Amerika Selatan lainnya, yakni Peru dan Ekuador. Pesawat tersebut diketahui sedang dalam misi mengangkut tentara ke kota lain di provinsi yang sama.

Sanchez menambahkan bahwa pesawat menghantam tanah hanya sekitar 1,5 kilometer dari titik lepas landasnya. Imbas dari benturan dan kebakaran, amunisi yang ada di dalam pesawat dilaporkan meledak, memperparah kondisi di lokasi kejadian. Meskipun demikian, tidak ada indikasi “serangan oleh aktor ilegal,” tegas Sanchez, menepis spekulasi mengenai campur tangan pihak luar dalam insiden ini.

Sebagai respons cepat terhadap insiden ini, Komandan Angkatan Udara Kolombia, Carlos Fernando Silva, menyatakan bahwa dua pesawat dengan total kapasitas 74 tempat tidur telah dikerahkan ke lokasi. Tujuan pengiriman ini adalah untuk mengevakuasi para korban luka agar dapat segera mendapatkan perawatan medis di rumah sakit ibu kota, Bogota, dan fasilitas kesehatan lainnya di negara tersebut.

Kolombia sendiri telah lama mengoperasikan pesawat Hercules C-130, dengan akuisisi pertama dilakukan pada akhir tahun 1960-an. Beberapa model C-130 yang lebih tua baru-baru ini telah dimodernisasi dengan unit yang lebih baru, yang dikirim dari Amerika Serikat. Tragedi ini bukan satu-satunya insiden yang melibatkan jenis pesawat serupa di kawasan tersebut; bulan lalu, sebuah Hercules C-130 milik Angkatan Udara Bolivia juga jatuh di kota El Alto, nyaris mengenai bangunan tempat tinggal. Insiden tersebut menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai 30 lainnya.

Pilihan Editor: Pesawat Anggota DPR Kolombia Jatuh, 15 Orang Tewas