Ringkasan Berita:
- Barcelona semakin dekat dengan gelar LaLiga usai menang 2-0 atas Getafe, meski tanpa Lamine Yamal dan Raphinha.
- Gol Fermín López dan Marcus Rashford memastikan kemenangan sekaligus menjaga jarak 11 poin dari Real Madrid.
- Dengan lima laga tersisa, Blaugrana berpeluang mengunci gelar lebih cepat, bahkan bisa ditentukan di pekan depan.
kalselbabusalam.com Barcelona kian dekat untuk memastikan juara Liga Spanyol musim 2025/2026 setelah kemenangan atas Getafe, Sabtu (25/4/2026).
Barcelona mengalahkan Getafe dengan skor 2-0 dalam laga ke-33 mereka di La Liga musim ini di Stadion Alfonso Perez.
Meski tanpa pemain bintang Lamine Yamal yang mengalami cedera, tim asuhan Hansi Flick tetap konsisten.
Ini justru menjadi prestasi tersendiri yang memutus tren buruk mereka saat bermain di kandang Getafe.
Gol dan Fermin Lopez dan Marcus Rashford membuat Barca meraih kemenangan pertama mereka sejak 2019 di kandang Getafe.
Sebelum ini, Barcelona belum pernah menang dalam lima pertandingan tandang terakhir mereka di LaLiga melawan Getafe (4 seri, 1 kalah).
Itu jadi rekor tanpa kemenangan terpanjang mereka saat bertandang ke markas tim berjuluk Azulones di LaLiga.
Namun saat tanpa diperkuat Lamine Yamal dan juga Rapihina yang cedera berkepanjangan, Barca justru mendapat hasil apik.
Tambahan tiga poin dari kemenangan ini membuat Barcelona kini mengemas 85 poin, unggul 11 poin dari Real Madrid di papan klasemen. Dengan laga yang menyisakan lima pertandingan, Barcelona kini bisa mengunci gelar juara pada pekan depan saat menghadapi Ossasuna.
Namun ada syaratnya, yakni Madrid gagal meraih kemenangan di laga berikutnya. Jika tidak, momen penentuan bisa terjadi pada laga El Clasico 10 Mei.
Jalannya Pertandingan
Barcelona langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit awal, meski Getafe mencoba menekan tinggi di fase pembuka.
Peluang pertama hadir lewat sundulan Robert Lewandowski menyambut umpan Pedri, namun masih melambung di atas gawang.
Pertandingan kemudian diwarnai duel-duel keras. Beberapa insiden terjadi, termasuk benturan terhadap Gavi dan Dani Olmo yang sempat memicu protes.
Tetapi wasit memilih untuk tidak memberikan pelanggaran dalam beberapa situasi krusial.
Joules Konde justru mendapat kartu kuning di menit 20′ buntut pelanggaran yang dilakukan, dan membuat dirinya absen di laga selanjutnya karena akumulasi.
Barcelona perlahan mulai menemukan ritme permainan setelah itu.
Kombinasi cepat di sisi kiri yang melibatkan Pedri, Fermin Lopez, dan Joao Cancelo beberapa kali membuka ruang, meski masih bisa dipatahkan lini belakang Getafe yang tampil disiplin.
Peluang terbaik sempat didapat Roony Bardghji, namun penyelesaiannya kurang maksimal dan melebar dari sasaran.
Sementara itu, Getafe juga mencoba mengancam lewat serangan balik cepat, tetapi solidnya lini belakang Barcelona yang dikomandoi Pau Cubarsí mampu meredam ancaman.
Menjelang akhir babak pertama, intensitas laga semakin meningkat.
Gavi menerima kartu kuning setelah duel di lini tengah, sementara Gerard Martín sempat terjatuh dan mendapat perawatan akibat kesalahan pijakan.
Barcelona akhirnya memecah kebuntuan tepat di penghujung babak pertama.
Berawal dari perebutan bola di lini belakang oleh Cubarsí, Pedri mengirim umpan terobosan brilian yang diterima Fermin.
Dengan kontrol tenang, ia melewati penjagaan dan menuntaskan peluang dengan penyelesaian apik untuk membawa Barcelona unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda hingga turun minum, sekaligus menutup babak pertama dengan keunggulan tipis bagi Barcelona.
Memasuki babak kedua, Barcelona langsung mendapat tekanan dari Getafe, termasuk melalui situasi sepak pojok di awal laga yang masih mampu diamankan lini belakang.
Sejumlah peluang sempat tercipta untuk Barcelona.
Dani Olmo dan Jules Kounde bergantian mendapatkan kesempatan, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat keunggulan belum bertambah.
Kombinasi emas antara Pedri dan Robert Lewandowski juga gagal berbuah gol setelah peluang tersebut dipotong bek lawan.
Di sisi lain, Getafe sempat mengancam, tetapi upaya mereka digagalkan oleh solidnya pertahanan Barcelona.
Salah satu momen krusial terjadi saat Pau Cubarsi melakukan sapuan di dekat garis gawang untuk menggagalkan peluang emas Luis Vazquez.
Pelatih Hansi Flick kemudian melakukan perubahan besar pada menit ke-60 dengan memasukkan Frenkie de Jong, Ronald Araujo, dan Marcus Rashford guna meningkatkan intensitas permainan.
Pergantian itu terbukti efektif. Setelah sempat terlibat duel panas dengan pemain lawan, Rashford akhirnya mencetak gol pada menit ke-74 lewat serangan balik cepat setelah situasi sepak pojok.
Lewandowski mendapat bola dan langsung memberi umpan jauh ke depan. Rashford melakukan penetrasi dari tengah lapangan sebelum melepaskan tembakan keras dan akurat yang menggandakan keunggulan Barcelona menjadi 2-0.
Getafe mencoba merespons dengan beberapa pergantian pemain, namun Barcelona tetap mampu menjaga kendali permainan. Hingga menit-menit akhir, tidak ada gol tambahan yang tercipta.
Barcelona pun menutup laga dengan kemenangan meyakinkan berkat performa solid dan efektivitas di momen krusial babak kedua.
(Tribunnews.com/Tio)











