
HARGA avtur di seluruh bandara di Indonesia mengalami kenaikan akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Menurut data PT Pertamina Patra Niaga, harga avtur melonjak dari Rp 13.656,51 – 15.737,82 per liter pada Maret 2206 menjadi Rp 22.707,92 – 25.632,39 per liter pada April 2026.
“Harga Rp 22.707,92 per liter di Bandara Hang Nadim, Batam,” dikutip dari dokumen harga avtur di situs resmi Pertamina, Rabu, 1 April 2026.
Sebelumnya, harga avtur di Hang Nadim Rp 13,791.25 per liter pada Maret 2026, lalu bulan ini mengalami kenaikan 64,66 persen. Harga tersebut berdasarkan domestic flight price into plane/not into plane yang sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan pajak pemerintah lainnya.
Kemudian harga avtur termahal bulan ini di antaranya berada di Bandara Pattimura di Ambon, Douw Atuture di Nabire, Karel Sadsuitubun di Tual, sebesar Rp 25.632,39 per liter. Harga tersebut naik 62,44 persen dari sebelumnya Rp 15.780,24 per liter.
Di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, harga avtur bulan ini naik 72,45 persen dari sebelumnya dari Rp 13,656.51 menjadi Rp 23,551.08 per liter. Lalu di I Gusti Ngurah Rai, Bali, juga naik dari Rp 15,448.44 menjadi Rp 25,343.01 per liter atau naik 64,05 persen.
Harga avtur penerbangan internasional di Hang Nadim juga naik dari US$ 83 sen menjadi US$ 142,60 sen per liter. Kemudian di Pattimura dari US$ 85,20 sen menjadi US$ 144,80 sen per liter, di Soekarno-Hatta dari US$ 74,20 sen menjadi US$ 133,80 sen per liter, di I Gusti Ngurah Rai dari US$ 84 sen menjadi US$ 143,50 sen per liter.
Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sebelumnya meminta pemerintah menaikkan tarif batas atas dan fuel surcharge 15 persen akibat lonjakan harga minyak global yang berdampak pada avtur.
Selain itu juga karena nilai tukar rupiah semakin melemah sejak tarif batas atas ditetapkan pada 2019. Asosiasi juga meminta agar pemerintah memberikan stimulus untuk kelangsungan operasional penerbangan.
Pilihan Editor: Siap-siap, Harga Pangan Naik Imbas Perang Iran-Israel











