KalselBabusalam.com – Kepolisian Daerah Metro Jaya secara tegas telah menepis tudingan pencemaran nama baik yang dialamatkan kepada Ferry Irwandi. Informasi penting ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen (MAR) Freddy Ardianzah, yang menekankan bahwa isu tersebut tidak berdasar dan telah dimentahkan oleh pihak kepolisian.

Brigjen Freddy Ardianzah menjelaskan, klarifikasi mengenai berita-berita yang beredar terkait penangkapan anggota TNI atau narasi TNI sebagai provokator sudah berulang kali ia bantah. “Ingat saya sampaikan Mas pada saat tanggal 5 saya ingat itu pada saat Maulid Nabi itu saya sudah menggelar preskon juga ya. Bahkan sebelumnya, jauh hari sebelumnya saya sudah menyampaikan bahwa berita-berita penangkapan TNI, TNI provokator itu jelas-jelas hoaks, sudah saya bantah itu berulang kali,” tegasnya, dilansir dari Kompas Petang pada Rabu (10/9/2025). Penjelasan ini menggarisbawahi upaya TNI dalam meluruskan informasi yang tidak benar sejak jauh-jauh hari.

Lebih lanjut, Brigjen Freddy Ardianzah mengungkapkan kekecewaannya melihat video-video yang sudah dipastikan hoaks tersebut masih dijadikan dasar untuk analisis, terutama dalam konteks analisis digital. “Itu yang saya sesalkan ya, kami sesalkan karena itu sudah berulang kali dan itu sudah ditegaskan oleh Polri. Polri menyampaikan bahwa itu kesalahpahaman ya kan di lapangan, kemudian itu tidak terjadi, tidak ada penangkapan dan lain sebagainya,” jelasnya, menegaskan bahwa pihak kepolisian sendiri telah mengkonfirmasi tidak adanya insiden yang dimaksud.

Meski demikian, Kapuspen TNI Brigjen (MAR) Freddy Ardianzah menegaskan bahwa pihaknya menghormati penuh kebebasan berpendapat setiap warga negara, termasuk saudara Ferry Irwandi. Kebebasan ini mencakup penyampaian opini baik di ranah digital, dalam acara bincang-bincang (talk show), maupun wawancara lainnya. Namun, ia sangat berharap agar setiap penyampaian informasi senantiasa berlandaskan pada data yang valid dan aktual.

Pentingnya informasi yang benar ditekankan oleh Brigjen Freddy Ardianzah untuk mencegah dampak negatif di masyarakat. “Jangan sampai semua berita-berita ataupun penyampaian-penyampaian itu yang sifatnya itu memanipulasi sebuah berita yang salah, itu jadinya akan memecah belah ya kan, kemudian mengadu domba, dan memprovokasi saya kira, saya kira itu Mas,” pungkasnya. Pesan ini menjadi pengingat bagi publik dan semua pihak untuk senantiasa memilah informasi demi menjaga persatuan dan stabilitas.

Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Novaltri

Perlukah Dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta Selidiki Dalang Kerusuhan Demo? | SATU MEJA

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.