
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI memperkirakan kebijakan work from home (WFH) yang berlaku 25-27 Maret 2026 serta imbauan work from anywhere (WFA) pemerintah bakal turut mempengaruhi puncak arus balik Lebaran di Yogyakarta.
Menurut Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, meskipun arus balik diprediksi terjadi Selasa, 24 Maret 2026, perubahan puncak arus balik itu masih sangat mungkin terjadi. “Untuk puncak arus balik masih berpotensi bergeser seiring imbauan agar masyarakat memecah arus balik ke tanggal 25-26 Maret serta masih adanya kebijakan WFA hingga 29 Maret 2026,” ujar Feni, Selasa, 24 Maret 2026.
Dari data sementara pada Selasa yang dimilikinya, terlihat volume kedatangan di stasiun-stasiun Daop 6 Yogyakarta masih cukup tinggi dengan angka 36.068 penumpang hingga pukul 09.00 WIB. Adapun volume keberangkatan tercatat sebanyak 35.732 penumpang.
Berdasarkan persebaran stasiun, Stasiun Yogyakarta memimpin volume keberangkatan tertinggi dengan 14.477 penumpang, diikuti Stasiun Solo Balapan sebanyak 7.888 penumpang, Lempuyangan sebanyak 4.398 penumpang, Klaten sebanyak 3.144 penumpang, Purwosari sebanyak 1.811 penumpang, dan Wates sebanyak 988 penumpang.
Feni memaparkan keterjualan tiket untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 telah mencapai 486.846 tiket atau sekitar 91 persen dari total kapasitas 532.830 tempat duduk. Dengan sisa 28.609 kursi yang masih bisa dipesan.
Adapun Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat memperkirakan arus balik dari Yogyakarta dapat terbagi dalam dua gelombang karena kebijakan WFH pada 25-27 Maret serta libur sekolah yang berlangsung hingga 29 Maret.
“Prediksi kami untuk tahap awal atau gelombang pertama arus balik mungkin baru hari Rabu (25 Maret), kemudian gelombang kedua weekend (akhir pekan ini- 28 Maret)” ungkap Alvian.
Ia menambahkan saat ini kepadatan lalu lintas di dalam kota Yogyakarta masih tinggi didominasi oleh wisatawan yang menuju Jalan Malioboro.
Sedangkan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Rizki Budi Utomo menambahkan, arus balik kali ini diprediksi memiliki kurva yang melandai.
Berdasarkan data per 22 Maret, tercatat 1.626.349 kendaraan masuk ke DIY dan 1.391.226 kendaraan keluar. Ia menilai kebijakan WFA pada masa arus balik ini bakal mengantisipasi agar penumpukan arus balik tidak terjadi dalam satu hari saja.
“Jadi dengan adanya WFA dan sektor swasta yang ambil cuti, arus balik tidak akan menumpuk di satu hari,” kata Rizki.
Adapun untuk mengantisipasi kepadatan di jalur arteri Jalan Solo-Yogya pada momen arus balik Selasa, operasional Gerbang Tol (GT) Purwomartani pun diumumkan turut diperpanjang hingga pukul 22.00 WIB.
Humas PT Jasamarga Jogja Solo, Rachmat mengungkapkan hingga Selasa 24 Maret 2026, hampir 17 ribu kendaraan telah masuk ke GT Purwomartani melalui empat gardu tol yang dioperasikan. Langkah ini diambil berdasarkan arahan Kapolri untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
“Kami mengimbau pengguna jalan menjaga kecepatan maksimal 40 kilometer per jam demi keamanan di jalur fungsional tersebut,” kata Rachmat.
Pilihan Editor: Mengapa Pinjaman Pegadaian Selalu Naik Menjelang Lebaran











