
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) terus memperluas sayap bisnisnya dengan mengumumkan pendirian entitas usaha baru bernama PT Tambang Raya Sejahtera. Langkah strategis ini diharapkan dapat menopang dan mengakselerasi diversifikasi bisnis perseroan.
Menurut James S. Chandra, Direktur sekaligus Corporate Secretary MPXL, PT Tambang Raya Sejahtera dirancang untuk bergerak di sektor perdagangan besar. Cakupan usahanya meliputi perdagangan besar bahan bakar padat, cair, dan gas, serta produk terkait (KBLI 46610), perdagangan besar logam dan bijih logam (KBLI 46620), serta perdagangan besar mineral bukan logam (KBLI 46641). Struktur permodalan anak usaha ini cukup solid, dengan modal dasar Rp 10 miliar dan modal ditempat serta disetor mencapai Rp 5 miliar. Dalam struktur tersebut, MPXL menjadi pemegang saham mayoritas dengan porsi 99,5% (Rp 4,97 miliar), sedangkan James S. Chandra memiliki 0,5% (Rp 25 juta).
James menjelaskan dalam keterbukaan informasi pada Kamis (22/1/2026) bahwa, “Pendirian entitas anak ini merupakan bentuk penunjang dari kegiatan usaha perusahaan guna mengembangkan diversifikasi bisnis MPXL yang diharapkan dapat memberikan pendapatan usaha dan ekspansi grup MPXL.” Pernyataan ini menegaskan komitmen perseroan untuk tidak hanya mengoptimalkan bisnis inti, tetapi juga membuka peluang pasar baru.
Langkah ini sejalan dengan ambisi MPXL untuk mencapai peningkatan pendapatan minimal 50% dan memperbaiki perolehan laba pada tahun 2026, seperti yang KalselBabusalam.com himpun dari pemberitaan Kontan sebelumnya. Perseroan memang tengah fokus pada strategi diversifikasi bisnis yang agresif.
Wijaya Candera, Direktur Utama MPX Logistics International, menegaskan bahwa MPXL akan mengoptimalkan strategi diversifikasi bisnis, termasuk dengan pengembangan angkutan komoditas. Tidak hanya menggarap pengangkutan material untuk konstruksi dan infrastruktur, MPXL juga akan merambah pengangkutan Crude Palm Oil (CPO). Selain itu, ekspansi juga dilakukan pada segmen bisnis penjualan (trading). Perseroan tidak hanya fokus pada material semen curah dan fly ash, tetapi juga akan menjajaki penjualan batu split serta trading batubara di pasar domestik.
Wijaya sangat optimistis bahwa angkutan CPO dan trading batubara akan menjadi pengungkit signifikan bagi pendapatan MPXL di tahun mendatang. Dilansir dari Kontan.co.id pada Jumat (26/12/2025), Wijaya menyatakan, “Target kami untuk 2026, mencapai minimal 50% pertumbuhan dari sisi pendapatan dibandingkan 2025. Untuk laba, kami targetkan lebih baik dari 2025. Strateginya adalah diversifikasi bisnis, beralih dari pengangkutan semen menuju CPO dan trading batubara di pasar domestik.” Namun, sembari menatap 2026, fokus utama MPXL di akhir tahun 2025 adalah memperbaiki kinerja bisnis dan keuangannya. Tercatat hingga kuartal III-2025, performa MPXL memang masih belum optimal, di mana pendapatan perseroan merosot dan berbalik menanggung kerugian.










