KalselBabusalam.com, JAKARTA – Dilansir dari KONTAN.CO.ID, Djonny Saksono, selaku Direktur Utama PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC), tercatat kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan. Langkah ini mengindikasikan kuatnya kepercayaan manajemen terhadap fundamental dan potensi pertumbuhan ITIC di masa mendatang, sekaligus memberikan sinyal positif bagi para investor di pasar modal.

Menurut keterbukaan informasi yang dirilis pada Rabu (4/2/2026), Djonny telah menuntaskan pembelian sebanyak 188.800 lembar saham ITIC pada Senin (2/2/2026). Transaksi ini dieksekusi dengan harga Rp 307 per saham, sehingga total dana yang dialokasikan mencapai sekitar Rp 57,96 juta. Manajemen ITIC lebih lanjut menjelaskan bahwa jenis transaksi ini merupakan pembelian langsung dengan status kepemilikan penuh dan tujuan murni untuk investasi jangka panjang.

Dengan adanya penambahan tersebut, porsi kepemilikan saham Djonny Saksono di PT Indonesian Tobacco Tbk mengalami peningkatan. Sebelum transaksi terakhir, ia menggenggam 642.842.000 saham atau setara dengan 68,34% dari total saham perusahaan. Kini, setelah serangkaian akuisisi, total kepemilikannya melonjak menjadi 643.030.800 saham, yang merepresentasikan 68,36% dari keseluruhan.

Aksi pembelian saham ITIC oleh Djonny Saksono ini bukanlah yang pertama dalam beberapa waktu terakhir. Tercatat, pada 29 Januari 2026, ia juga mengakuisisi 172.300 saham dengan harga Rp 309 per saham, menghabiskan dana sekitar Rp 53,24 juta. Tak berhenti di situ, sehari setelahnya, tepatnya pada 30 Januari 2026, Djonny kembali menambah 74.200 saham pada harga Rp 328 per saham, dengan nilai transaksi mencapai Rp 24,33 juta. Seluruh rangkaian transaksi pembelian saham tersebut, baik yang terbaru maupun sebelumnya, secara konsisten disebutkan bertujuan untuk investasi, menegaskan strategi jangka panjangnya.

Sementara itu, pergerakan saham ITIC di lantai bursa hingga penutupan perdagangan Rabu (4/2/2026) pukul 14:37 WIB menunjukkan posisi Rp 334 per saham, menguat tipis 1,18% dari posisi sebelumnya. Namun, jika dilihat secara kumulatif sejak awal tahun berjalan, kinerja saham ITIC tercatat masih mengalami pelemahan sebesar 7,22%, sebuah dinamika yang menarik di tengah optimisme Direktur Utama terhadap prospek masa depan perusahaan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.