KalselBabusalam.com – Menjelang berakhirnya matchday ketiga fase grup, dinamika persaingan di Piala Dunia U17 2025 semakin memanas. Namun, bagi delapan kontestan, perjalanan mereka di panggung dunia ini telah resmi berakhir. Beberapa wakil dari Oseania dan Afrika, seperti Selandia Baru dan Pantai Gading, termasuk di antara tim-tim yang harus angkat koper lebih awal.

Total delapan negara kini dipastikan tidak lagi memiliki peluang untuk melaju ke babak selanjutnya. Mereka adalah Bolivia, Kaledonia Baru, Kosta Rika, Uni Emirat Arab (UEA), Fiji, Haiti, Pantai Gading, dan Selandia Baru. Empat nama terakhir baru saja menyusul empat tim lain yang telah lebih dulu tersingkir setelah melakoni laga kedua dan ketiga fase grup yang penuh tantangan.

Di Grup A, langkah Bolivia terhenti setelah mereka gagal bersaing dengan kekuatan-kekuatan seperti Italia, Afrika Selatan, dan tuan rumah Qatar. Kegagalan ini menempatkan Bolivia sebagai juru kunci grup, mengakhiri impian mereka di turnamen bergengsi ini.

Sementara itu, Kaledonia Baru mencatatkan rekor yang kurang menggembirakan sebagai tim dengan jumlah kebobolan terbanyak sepanjang turnamen ini. Dalam laga terakhir Grup B, mereka harus menerima kekalahan telak 0-16 dari Maroko, menambah total kebobolan menjadi 22 gol dari hanya tiga pertandingan. Hasil yang cukup mengejutkan ini terjadi mengingat sebelumnya Kaledonia Baru sempat menunjukkan performa solid dengan menahan imbang Jepang 0-0 pada 6 November.

Dari Grup C, Kosta Rika dan UEA juga harus mengakui keunggulan lawan-lawannya. Keduanya tersingkir setelah hanya mampu mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan fase grup. Senegal dan Kroasia berhasil tampil lebih meyakinkan, mengamankan tiket berharga ke babak 32 besar dengan performa yang konsisten.

Kekalahan Dramatis Selandia Baru

Selandia Baru menjadi salah satu tim yang harus mengakhiri kiprahnya lebih dini setelah menelan dua kekalahan beruntun yang krusial. Salah satu momen paling dramatis terjadi di pertandingan kedua Grup D, di mana mereka kalah tipis 2-3 dari Arab Saudi dalam duel sengit. Selandia Baru sempat dua kali berhasil menyamakan kedudukan, namun gol penentu dari Thari Saeed di masa injury time membuyarkan harapan mereka dan memastikan kemenangan Arab Saudi.

Sebelumnya, wakil Oseania ini juga takluk 0-3 dari Mali, membuat mereka gagal meraih poin dari dua laga awal. Meskipun pada pertandingan terakhir mereka berhasil meraih kemenangan atas Austria, hasil tersebut tidak cukup untuk meloloskan mereka. Selandia Baru tetap tersingkir dari persaingan karena kalah head-to-head dari Mali dan Arab Saudi dalam perhitungan klasemen akhir, menutup peluang mereka melangkah lebih jauh di Piala Dunia U17 2025.

Dengan gugurnya delapan tim ini, persaingan di Piala Dunia U17 2025 kini menyisakan 24 tim lain yang masih berjuang mati-matian untuk mengamankan posisi di babak gugur. Setiap pertandingan menjadi penentu, dan tekanan semakin meningkat bagi para kontestan yang tersisa.

Salah satu tim yang masih menaruh harapan besar untuk lolos ke babak 32 besar Piala Dunia U17 2025 adalah Timnas Indonesia U17. Skuad asuhan Nova Arianto akan menghadapi laga krusial melawan Honduras pada matchday ketiga, atau pertandingan terakhir Grup H, yang dijadwalkan pada Senin (10/11/2025). Laga ini akan menjadi penentu nasib Garuda Muda di ajang bergengsi ini.

Daftar Tim Tersingkir dari Piala Dunia U17 2025

  1. Fiji (Grup D)
  2. Haiti (Grup E)
  3. Pantai Gading (Grup F)
  4. Selandia Baru (Grup L)
  5. Bolivia (Grup A)
  6. Kaledonia Baru (Grup B)
  7. Kosta Rika (Grup C)
  8. Uni Emirat Arab (Grup C)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.