DUA kapal tanker mengubah haluan dan berbalik arah di dekat Selat Hormuz setelah Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade angkatan laut. Blokade ini menargetkan kapal-kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran di jalur perairan strategis tersebut.

Menurut data pelacakan kapal secara real-time dari MarineTraffic seperti dilansir Anadolu, kedua kapal tersebut mengubah haluan tak lama setelah mendekati selat.

Kapal tanker minyak dan produk kimia Rich Starry berbendera Malawi, dengan panjang 188 meter, berangkat dari area jangkar Sharjah di Teluk Persia di Uni Emirat Arab dan berbalik arah beberapa menit setelah mendekati selat.

Kapal tersebut telah meninggalkan area jangkar pada Senin pagi dan mencantumkan Cina sebagai tujuannya.

Kapal tanker kedua, Ostria berbendera Botswana, dengan panjang 175 meter, juga mengubah haluan dan mulai kembali setelah mendekati Selat Hormuz.

Blokade AS terhadap lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran dimulai pada pukul 14.00 GMT pada Senin.

Dalam sebuah pernyataan, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan bahwa blokade angkatan laut akan diberlakukan secara “tidak memihak” terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk yang berada di Teluk Persia dan Teluk Oman.

Presiden AS Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut AS pada Ahad untuk memblokir Selat Hormuz. Ia marah atas penolakan Iran untuk menyerahkan ambisi nuklirnya setelah pembicaraan damai di Pakistan gagal tanpa kesepakatan.

Pilihan Editor: Kapal Militer di Selat Hormuz, Iran: Pelanggaran Gencatan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.