PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih periode berjalan konsolidasian sebesar Rp 1,1 triliun pada kuartal pertama 2026. Nilai itu tumbuh 35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Danamon mencatat pendapatan operasional sebelum pencadangan konsolidasian sebesar Rp 2,6 triliun atau tumbuh 12 persen year on year. Dengan perbaikan sebesar 13 persen year-on-year pada biaya kredit, Danamon membukukan laba operasional konsolidasian sebesar Rp 1,6 triliun.

Dari sisi rentabilitas, Danamon membukukan margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) sebesar 7,6 persen. “Danamon mengawali tahun 2026 dengan kinerja keuangan yang kuat, dengan mencatatkan pertumbuhan pada penyaluran kredit, penghimpunan dana, serta profitabilitas, serta tetap menjaga kualitas aset dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ucap Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki dalam siaran pers, dikutip Jumat, 1 Mei 2026.

Kemudian, dari sisi intermediasi keuangan, Danamon membukukan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar Rp 216,2 triliun atau tumbuh 9 persen year on year. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit 11 persen pada lini bisnis Enterprise Banking & Financial Institution, 9 persen pada lini bisnis SME Banking, 7 persen pada lini bisnis Consumer Banking, dan 5 persen pada lini bisnis Adira Finance.

Pada sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan (current account and savings account atau CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp 176,1 triliun atau tumbuh 16 persen year-on-year. Sementara itu, rasio loan at risk (LAR) per 31 Maret 2026 tercatat sebesar 8,2 persen.

Pilihan Editor: Kejanggalan Pengadaan Sepeda Motor MBG

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.