
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut Indonesia masih menunjukkan resiliensi pada Kuartal I-2026. Hal itu tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) di angka 125,2 yang berada di level optimistis, serta cadangan devisa sebesar US$ 151,9 miliar atau setara enam bulan impor.
“Pemerintah masih melihat pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama juga masih baik, masih bisa mencapai atau lebih besar sama dengan 5,5 persen,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 April 2026.
Dari sisi keuangan, Airlangga berujar pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia melalui kebijakan triple intervention di pasar spot domestik dan non-delivery forward untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia juga menyebut suku bunga acuan BI Rate terjaga di level 4,75 persen.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto turut mengarahkan agar kerja sama bilateral currency swap dilanjutkan dengan sejumlah negara, yakni Tiongkok, Jepang, Australia, Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan, serta diperluas ke negara lain.
Dari sektor energi dan transportasi, Airlangga menyebut adanya penyesuaian harga avtur melalui penerapan PPN ditanggung pemerintah sebesar 11 persen selama dua bulan. Kebijakan itu, kata dia, menahan kenaikan harga tiket pesawat domestik di kisaran 9 hingga 13 persen.
Menurut dia, dampak kenaikan harga avtur terhadap ongkos haji ditanggung pemerintah sehingga tidak menambah biaya bagi sekitar 220 ribu jemaah. Anggaran sebesar Rp 1,77 triliun disebut dibebankan kepada APBN untuk menutup dampak tersebut.
Pilihan Editor: Dari Mana Pemerintah Menutup Defisit Akibat Subsidi BBM Naik










