BANJARMASIN — KALSELBABUSALAM.COM-
Penderitaan masyarakat Kota Banjarmasin dan sekitarnya akibat krisis ganda—kabut asap pekat yang telah berlangsung hampir empat bulan serta krisis air bersih PDAM—mencapai titik nadir. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) Kota Banjarmasin melontarkan kritik keras dan mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan selatan serta Wali Kota Banjarmasin untuk segera mengambil tindakan nyata sebelum gelombang unjuk rasa masyarakat meletus.
“Jangan hanya duduk di kursi kerajaan setelah terpilih. Coba lihat masyarakat dengan adanya bencana ini,” tegas Ketua DPD PEKAT IB Kota Banjarmasin, H. Suriansyah (H. Suri), di sela-sela acara silaturahmi rutin tahunan di Rumah Makan Wong Solo Jalan Gatot Subroto Kota Banjarmasin, Selasa (20/10/26)
H. Suri menyoroti kontrasnya sikap para pejabat dan anggota legislatif saat ini dibandingkan dengan masa kampanye. Jika dulu mereka gencar membagikan masker dan sembako, kini saat masyarakat tercekik kesulitan bekerja, mencari makan, hingga mengurus anak sekolah akibat kabut asap, keberadaan para wakil rakyat dan pejabat tersebut justru dipertanyakan.
Ia meminta pemerintah daerah mengalokasikan bantuan dan dana yang ada secara fokus untuk pencegahan dan penanggulangan kabut asap, bukan tinggal diam di tengah situasi bencana.
Selain kabut asap yang mengancam kesehatan dan melumpuhkan aktivitas warga serta anak sekolah, Menurut Bang Suri krisis air bersih PDAM turut memperparah keadaan. Di kawasan Banjarmasin Timur misalnya, air PDAM dilaporkan hanya mengalir selama 2 hingga 3 jam dalam sehari sebelum akhirnya mati total. Situasi ini dinilai sangat menyiksa mengingat air merupakan kebutuhan vital harian warga.
Di tengah minimnya respons penanganan, PEKAT IB Banjarmasin secara swadaya telah turun tangan membagikan masker dan sembako seadanya bagi warga yang tak dapat bekerja. Tak hanya itu, PEKAT IB juga membuka pintu sekretariatnya di Komplek Cahaya RT 021 No. 44, Km 5, Banjarmasin, untuk memberikan pendampingan dan konsultasi hukum gratis bagi masyarakat yang terdampak krisis ini.
Menutup pernyataannya, Ketua PEKAT IB juga mengimbau masyarakat Kalimantan Selatan agar tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kemarau panjang, mengingat dampaknya yang sangat mematikan dan cepat menjalar ke kawasan permukiman warga.


