
SEBANYAK 3.010.993 penumpang pesawat diperkirakan akan memadati Bandara Internasional Soekarno Hatta selama periode angkutan lebaran 2026 yang dimulai pada 13-30 Maret 2026. “Prediksi ini naik 2,20 persen dibandingkan periode angkutan lebaran tahun lalu,” ujar General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi pada Rabu malam 11 Maret 2026.
Adapun untuk pergerakan pesawat pada mudik lebaran tahun ini, Heru mengatakan, diprediksi sebanyak 19.891 penerbangan akan meramaikan langit Cengkareng atau naik 3,43 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk prediksi puncak arus mudik lebaran 2026 di Bandara Soekarno Hatta, Heru mengatakan akan terjadi pada 18 Maret 2026 dengan prognosa jumlah penumpang sebanyak 187.202 orang dengan 1.193 penerbangan domestik dan internasional. Puncak arus balik akan terjadi pada 28 Maret 2026 dengan jumlah pergerakan penumpang mencapai 198.387 orang dengan jumlah penerbangan 1.221.
Pada angkutan Lebaran tahun ini, kata Heru, Bandara Soekarno Hatta juga menerima pengajuan 735 penerbangan tambahan atau extra flight yang terdiri dari 376 penerbangan domestik dan 370 penerbangan internasional.
Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang selama periode angkutan Lebaran 2026, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta Bandara Soekarno-Hatta telah melakukan berbagai persiapan secara menyeluruh. Persiapan itu dimulai dari aspek operasional, kesiapan infrastruktur, fasilitas pelayanan penumpang, hingga kesiapan personel untuk mengantisipasi potensi peningkatan pergerakan penumpang maupun pesawat selama periode Angkutan Lebaran.
Berikut langkah detail persiapan yang dimaksud:
- Mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran akan dimulai pada 13 Maret sampai 30 Maret 2026. Ada tiga titik posko yaitu Posko terpadu di terminal 1 B dan Posko Pelayanan di Terminal I, 2 dan 3.
-
Mengerahkan sebanyak 7.832 personel, dalam setiap shift
operasional, sekitar 2.197 personel akan bertugas untuk menjamin kelancaran operasional penerbangan.
- Memastikan seluruh fasilitas dalam kondisi optimal, meliputi 3 runway, 175 parking stand, serta 115 aviobridge yang siap mendukung kelancaran pergerakan pesawat selama periode Angkutan Lebaran.
- Fasilitas pelayanan penumpang juga turut diperkuat melalui penyediaan baggage trolley dan cabin trolley, serta optimalisasi layanan transportasi antar terminal seperti Skytrain dan shuttle bus untuk mendukung mobilitas penumpang di area bandara.
- Melaksanakan uji kelistrikan melalui test on load genset untuk memastikan sistem listrik cadangan dapat berfungsi secara optimal apabila terjadi gangguan pada suplai listrik utama. *Melakukan pemeriksaan kendaraan secara acak (random check) di area terminal untuk memastikan seluruh aktivitas operasional berlangsung secara aman dan terkendali.
- Layanan transportasi darat diperkuat melalui penyediaan berbagai moda transportasi seperti bus pemadu moda, shuttle AJAP , taksi online, serta taksi reguler, termasuk dengan penambahan armada guna mengantisipasi potensi peningkatan jumlah penumpang selama periode Lebaran.
- Sebagai langkah mitigasi terhadap potensi kondisi darurat maupun cuaca ekstrem, pengelola bandara menyiapkan sejumlah contingency plan, di antaranya peningkatan kapasitas sistem drainase, pemasangan alat pemantau tinggi muka air secara real time, serta normalisasi saluran air di sejumlah titik di area bandara.
Pilihan Editor: Anomali Ekonomi di Sekitar Lebaran











