
BARITO KUALA – KALSELBABUSALAM.COM
Di tengah gema kemenangan Idulfitri yang masih terasa, bayang-bayang ketegangan geopolitik di Timur Tengah kini menjadi atensi serius. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Barito Kuala (Batola), KH. M. Abda’i Rathami, S.Ag, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Langkah ini diambil menyikapi eskalasi konflik global yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Meski terjadi di belahan dunia lain, dinamika ini dinilai berpotensi menyulut dampak tidak langsung terhadap stabilitas nasional jika tidak disikapi dengan bijak dan proporsional oleh masyarakat di daerah.
KH. M. Abda’i Rathami menekankan bahwa kedewasaan dalam menyerap informasi adalah kunci utama. Ia mengingatkan agar warga tidak terjebak dalam keresahan yang berlebihan akibat provokasi atau informasi yang simpang siur terkait konflik internasional tersebut.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Barito Kuala untuk terus memperkuat kebersamaan, menjaga persaudaraan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” ujar KH. M. Abda’i Rathami dalam keterangannya, Senin (23/3/26).
Beliau menegaskan bahwa momentum Idulfitri seharusnya menjadi benteng pertahanan sosial melalui penguatan silaturahmi. Suasana damai dan harmonis di tingkat lokal merupakan modal penting untuk menjaga ketahanan bangsa dari pengaruh eksternal.
Selain menjaga nalar kritis, MUI Batola juga mendorong penguatan sisi spiritual sebagai penyeimbang ketegangan batin di tengah situasi global yang tidak menentu. Masyarakat diminta untuk tidak hanya fokus pada dinamika politik, tetapi juga memperbanyak amal kebaikan.
“Mari kita isi momentum pasca Idul Fitri ini dengan hal-hal positif, menjaga kerukunan, dan memperbanyak doa agar daerah kita tetap aman, damai, dan kondusif,” tambah KH. M. Abda’i Rathami.
Secara spesifik, beliau menyoroti bahwa keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam konflik dengan Iran harus dipantau secara dewasa. Tujuannya jelas: memastikan bahwa isu global tersebut tidak merusak kohesi sosial yang telah terjaga dengan baik di Kabupaten Barito Kuala.
Melalui imbauan ini, MUI Batola berharap masyarakat dapat menunjukkan kematangan dalam beragama dan bernegara. Dengan mengombinasikan kewaspadaan informasi dan penguatan nilai keagamaan, diharapkan suasana pasca-Lebaran di Batola tetap berada dalam koridor yang aman, nyaman, dan harmonis bagi seluruh lapisan warga.











