NILAI tukar mata uang rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan sore ini, Rabu, 7 Januari 2026. Kurs rupiah pada hari ini melemah 22 poin ke level Rp 16.780 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang rupiah bergerak fluktuatif ditutup melemah pada perdagangan besok, di rentang Rp 16.780 hingga Rp 16.810 per dolar AS.

Ibrahim menjelaskan faktor global dan nasional yang memengaruhi pelemahan rupiah pada perdagangan sore ini. Pada faktor eksternal, Ibrahim mengatakan serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela menjadi poin penting yang diwaspadai pasar.

Ibrahim mengatakan pemerintahan Caracas, telah menyetujui memasok sekitar 30–50 juta barel minyak ke Amerika Serikat setelah pasukan militer negara Abang Sam itu menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026.

Dari sisi internal, Ibrahim mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi prediksi lembaga keuangan global seperti Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini berada di kisaran 5 persen. Prediksi itu lebih rendah dari target Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang optimistis pertumbuhan ekonomi 2026 dapat mencapai angka 6 persen.

Menurut Ibrahim, bukan hal sulit bagi Indonesia mencapai target pertumbuhan 6 persen sebab pemerintah sudah menyiapkan strategi, salah satunya dengan mengakselerasi anggaran. Selain itu, Ibrahim mengatakan target pertumbuhan ekonomi bisa tercapai berkat iklim usaha yang mulai membaik sehingga mengembalikan kepercayaan investor.

Menurut dia, hal itu terjadi seiring upaya pemerintah menyelesaikan masalah atau hambatan investasi maupun usaha. “Kebijakan tersebut membuat investor asing semakin optimis dengan perubahan kebijakan tersebut,” kata dia.

Pilihan Editor: Apa Dampak Konflik Amerika-Venezuela bagi Ekonomi Indonesia

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.