
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 terjadi di Laut Maluku pada Kamis (2/4) pukul 06.48 WITA. Guncangan sangat terasa di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Tsunami bahkan terjadi di sejumlah titik dengan ketinggian di bawah 1 meter. Gempa juga mengakibatkan korban jiwa hingga rusaknya sejumlah fasilitas.
Berikut kumparan rangkum dampak imbas gempa tersebut.
Seorang Warga di Manado Meninggal, Satu Patah Kaki
Humas Basarnas Sulawesi Utara, Nuriadin Gumeleng, mengatakan gempa tektonik tersebut menyebabkan dua korban di Manado.
“Satu korban meninggal tertimpa reruntuhan sudah dibawa ke rumah sakit, yang satunya patah kaki karena loncat dari toko,” kata dia di Manado dikutip dari Antara.

Identitas Korban Tewas Gempa 7,6 M Sulut-Malut
Adapun korban tewas akibat tertimpa reruntuhan Gedung KONI Manado yang rusak akibat gempa. Nuraidin Gumeleng, menyebutkan identitas korban.
“Korban atas nama Deice Lahia (perempuan), 70 tahun, warga Tateli, Kabupaten Minahasa,” ujar Nuraidin.
Deice Lahia merupakan kakak dari mantan petinju Sulut, Ilham Lahia. Keluarga ini berwirausaha di sekitar gedung KONI tersebut.
Siswa Sekolah di Ternate Dipulangkan Usai Gempa
Warga Ternate, Hasby, yang dihubungi kumparan, mengatakan bahwa saat gempa terjadi, kepanikan melanda warga, terutama yang bermukim di pesisir.
“Pas gempa tadi, ibu-ibu di pesisir pantai sini panik, lari karena ada guncangan kuat,” ujarnya.
Tak hanya itu, dampak lain dari gempa tersebut juga membuat para siswa di Kota Ternate dipulangkan lebih awal dari biasanya.
“Semua siswa, baik SD, SMP, sampai SMA sudah dipulangkan lebih awal karena gempa tadi. Karena takut gempa susulan,” jelasnya.
Namun, Hasby juga menyebutkan bahwa sejauh ini, Kota Ternate dan wilayah pesisirnya masih aman dari dampak gempa, baik ancaman tsunami maupun kerusakan bangunan.

Kantor PU di Maluku Utara Terdampak Gempa: Kaca Pecah Semua
Kantor Kementerian PU di Maluku Utara mengalami kerusakan akibat gempa. Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menyampaikan beberapa kaca di area kantor pecah.
“Kantor kami di Maluku Utara semua kacanya pecah,” kata Dody.
Ia menyampaikan, karyawan di Balai Jalan Nasional Maluku Utara sedang work from home. Itu dilakukan sambil mengikuti arahan dari BMKG dan BPBD setempat.
Prabowo Perintahkan Kepala BNPB ke Sulut-Malut, Cek Langsung Dampak Gempa
Presiden Prabowo Subianto memerintah BNPB untuk segera datang ke lokasi terdampak bencana gempa bumi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
“Tadi pagi begitu terjadi bencana, kami sudah laporan kepada beliau [Prabowo] dan beliau memerintahkan kami, khususnya saya, Kepala BNPB untuk segera berangkat,” kata Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, saat jumpa pers Kantor BNPB, Jakarta Timur.
Suharyanto mengatakan akan berangkat bersama timnya di BNPB. Selain itu, dibersamai juga oleh BMKG dan Basarnas.
“Kepala BNPB ke Sulawesi Utara, kemudian Deputi 3 Penanganan Darurat, Mayjen TNI Lukmansyah ke Maluku Utara. Kemudian dari BMKG, dari Basarnas, ada pejabat eselon satu yang bersama-sama kami,” tutur Suharyanto.
Dalam keberangkatan ini, Suharyanto mengaku akan membawa logistik untuk kebutuhan dasar warga terdampak. Meskipun belum ada laporan soal warga yang mengungsi.
Selain itu, Suharyanto juga menyebutkan akan membawa shelter bila ternyata ada pengungsi. Seiring dengan itu, pakaian dan air bersih juga dibawanya.

BNPB Minta Pemda Segera Tinjau Dampak Gempa di Sulut-Malut
Suharyanto meminta pemerintah daerah terdampak bencana gempa di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk lakukan asesmen terhadap wilayahnya masing-masing.
“Jadi poin pertama ya silakan nanti dari pemerintah daerah yang asesmen, yang melihat di masing-masing wilayah,” ujar Suharyanto di Kantor BNPB, Jakarta Timur.
Hal tersebut bertujuan, kata Suharyanto, untuk menetapkan status tanggap darurat. Bila kondisi dampak bencana tidak bisa diatasi, maka status tersebut bisa langsung ditetapkan oleh pemerintah daerah.
“Kalau diperkirakan oleh Kepala Daerah, Forkopimda di situ, ini tidak bisa diatasi oleh tingkat kabupaten/kota misalnya, ya silakan segera menetapkan status darurat,” kata Suharyanto.
Suharyanto menyebutkan bila terdapat dua kabupaten/kota menetapkan status tanggap darurat, maka bisa ditetapkan secara provinsi.
Meski begitu, Suharyanto mengatakan pemerintah pusat akan tetap mendampingi daerah terdampak bencana apa pun statusnya. Ia pun mengaku akan membantu daerah-daerah terdampak semaksimal mungkin.

Terjadi 93 Kali Gempa Susulan, Terbesar 6 Magnitudo
Hingga Kamis pukul 12.00 WITA, BMKG mencatat telah terjadi 93 kali gempa susulan dengan kekuatan 5,5 hingga 6 magnitudo.
“Kemudian juga sampai dengan pukul 12.00 siang hari ini tercatat gempa susulan sebanyak 93 kali dengan besarnya hingga hingga 5,5 hingga 6 magnitudo,” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathoni, saat jumpa pers di Kantor BNPB.
Menurut Faisal, hal ini perlu diwaspadai sampai beberapa hari ke depan. Ia memberikan prediksi bahwa tren gempa ini mungkin terjadi sampai satu-dua minggu ke depan.











