
KalselBabusalam.com JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali terperosok ke level fundamental Rp 50 per saham. Penurunan ini terjadi di tengah kuatnya wacana pemerintah yang mendorong aplikator untuk memangkas porsi potongan komisi yang dibebankan kepada mitra pengemudi, sebuah isu yang memberikan sentimen negatif signifikan bagi emiten teknologi raksasa ini.
Berdasarkan pantauan Kontan, pada perdagangan Rabu (6/5/2026) siang, harga saham GOTO terpantau stagnan di angka Rp 50 per saham. Meskipun sempat menunjukkan pergerakan volatile ke level Rp 51 per saham pada awal perdagangan, saham GOTO akhirnya kembali terkunci di level psikologis Rp 50. Kinerja buruk ini kian diperparah dengan pelemahan 9,09% dalam sepekan terakhir. Tekanan jual juga sangat terasa, terbukti dari catatan net foreign sell GOTO di seluruh pasar yang mencapai Rp 47,40 miliar pada perdagangan intraday hari ini, seperti dikutip dari aplikasi Stockbit Sekuritas.
Sentimen negatif yang membayangi saham GOTO tak lepas dari kebijakan pemerintah yang terus mendorong aplikator ojek online (ojol) untuk menurunkan persentase potongan komisi. Sebelumnya, aplikator dapat membebankan potongan hingga 20%, namun pemerintah menghendaki angka tersebut turun drastis menjadi hanya 8%. Pembatasan potongan aplikator ojol ini secara resmi tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, yang tentunya akan berdampak langsung pada model bisnis dan profitabilitas perusahaan seperti GOTO.
Di tengah tekanan jual dan sentimen negatif, GOTO juga sempat mengumumkan kabar positif. Baru-baru ini, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara telah mengakuisisi sejumlah saham GOTO melalui Bursa Efek Indonesia, meskipun jumlahnya kurang dari 1% dari total saham yang diterbitkan. Menanggapi investasi tersebut, Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A Koesoemohadiani, dalam keterbukaan informasi pada Selasa (5/5/2026), menjelaskan, “Kami menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang.” Pernyataan ini menunjukkan optimisme manajemen GOTO terhadap potensi pertumbuhan perusahaan ke depan, di tengah volatilitas pasar saat ini.









