KalselBabusalam.com – Gelandang Timnas Belanda, Tijjani Reijnders, akhirnya buka suara terkait keputusannya meninggalkan AC Milan untuk bergabung dengan Manchester City. Dalam wawancara terbarunya, ia juga menyoroti kondisi terkini mantan klubnya tersebut.

Musim panas lalu, AC Milan mengejutkan banyak pihak dengan melepas salah satu aset terbaiknya di lini tengah. Reijnders, yang sebelumnya sempat terpilih sebagai Gelandang Terbaik Serie A 2024-2025, dilepas ke Manchester City dengan nilai fantastis, hampir 50 juta poundsterling atau setara sekitar 830 miliar rupiah. Padahal, adik dari pemain Timnas Indonesia, Eliano Reijnders, ini baru saja meneken kontrak baru bersama Il Diavolo Rosso hingga tahun 2030. Namun, kebutuhan finansial klub untuk bergerak di bursa transfer dan keinginan kuat Reijnders untuk pindah ke tim asuhan Pep Guardiola menjadi alasan utama di balik penjualan tersebut.

Dalam wawancara yang dilansir dari SempreMilan, Reijnders mengakui bahwa ia secara aktif mendorong transfernya ke Manchester City. “Sangat berat meninggalkan Milan karena saya memiliki hubungan yang amat baik dengan semua orang di sana. Fans, rekan setim, staf. Semuanya membuat kepergian saya sulit secara emosional,” ujarnya. “Tetapi, Man City datang mengetuk pintu dan dari sudut pandang olahraga, itu adalah keputusan terbaik buat saya. Saya pikir ini langkah maju dalam karier saya dalam semua perspektif, bukan hanya soal Man City tampil di Liga Champions dan Milan tidak.” Reijnders menambahkan, “Lihat saja jumlah trofi yang dimenangi City dalam beberapa tahun terakhir. Kemudian ada pelatih hebat di City, lihat juga pemain-pemain yang dimiliki oleh klub ini. Saya memiliki banyak perasaan untuk Milan tetapi beberapa kereta hanya lewat satu kali.”

Taktik Bunglon Allegri di Balik Kemenangan AC Milan, Fleksibilitas Gelandang Jadi Penentu

Kehilangan pemain yang selama dua musim terakhir menjadi nyawa bagi lini tengah mereka sempat membuat AC Milan diprediksi akan mengalami kesulitan signifikan di musim 2025-2026. Namun, kenyataan berkata lain. Rossoneri justru tampil gemilang setelah melalui lima pekan pertama Liga Italia. Saat ini, Milan bahkan berhasil memuncaki klasemen sementara Serie A, sebuah pencapaian yang tidak pernah bisa dirasakan oleh Reijnders selama musim lalu.

Kesuksesan Milan ini tak lepas dari langkah strategis mereka mendatangkan banyak pemain baru setelah kepergian Reijnders. Untuk posisi gelandang tengah, tim Merah Hitam merekrut Ardon Jashari, Samuele Ricci, Adrien Rabiot, dan Luka Modric. Reijnders sendiri tertawa ketika membahas bagaimana Milan mendatangkan empat gelandang sekaligus untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkannya. “Saya tidak tahu kalau Milan mengambil begitu banyak gelandang hanya karena saya pergi,” katanya. “Banyak gelandang berkualitas datang dan saya harap mereka memberikan semua kemampuan terbaik untuk membawa Milan kembali ke tempat mereka seharusnya: bermain di Liga Champions dan bertarung untuk mendapatkan trofi.”

Dengan awal musim yang sangat menjanjikan di kompetisi 2025-2026 ini, Reijnders pun merasa Milan memiliki peluang besar untuk meraih Scudetto. “Tentu saja, Milan sudah membangun sebuah tim yang sangat bagus. Saya harap mereka menjuarai Serie A,” pungkasnya dengan penuh keyakinan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.