Ketika ZOHRAN Mamdani resmi terpilih sebagai Wali Kota New York pada Rabu dini hari, 5 November 2025, sorotan publik segera mengarah tidak hanya pada sosoknya, tetapi juga pada latar belakang keluarganya. Selain orang tuanya yang kisahnya telah banyak didokumentasikan, kini perhatian khusus tertuju pada pendamping hidup Mamdani, Rama Duwaji. Sosok yang mencuri perhatian ini tidak memainkan peran tradisional seorang calon istri wali kota; ia memilih untuk tidak aktif berkampanye, tampil di televisi, atau menyetujui profil majalah yang cenderung heboh. Meski demikian, dengan kemenangan suaminya, Duwaji sukses mencatat sejarah sebagai anggota Gen Z pertama yang menjabat sebagai istri Wali Kota New York, sebuah poin menarik yang patut dicermati lebih jauh seperti yang diulas oleh KalselBabusalam.com. Untuk mengenal lebih dekat sosok inspiratif ini, berikut adalah lima hal penting yang perlu diketahui tentang Rama Duwaji.

1. Keturunan Suriah
Rama Duwaji adalah seorang seniman Suriah-Amerika yang memiliki kisah hidup multikultural, sama halnya dengan sang suami. Lahir dari orang tua berdarah Suriah di Houston, Texas, perjalanan masa kecil Duwaji merentang melintasi lebih dari satu benua, menghabiskan waktunya di Amerika Serikat dan beberapa negara Teluk. Dilansir dari Grazia yang dikutip oleh The Hindustan Times, keluarganya kemudian pindah ke Dubai saat ia berusia sembilan tahun, setelah sebelumnya menetap di Texas, demikian laporan CNN. Latar belakang ini membentuk perspektif uniknya dalam melihat dunia dan seni.

2. Seniman Ilustrasi Berbakat
Perjalanan akademis Duwaji juga membuktikan dedikasinya pada seni. Ia menempuh pendidikan desain di Fakultas Seni Universitas Virginia Commonwealth di Qatar, sebelum akhirnya pindah ke kampus Universitas Richmond untuk menyelesaikan gelar sarjananya. Tidak berhenti di situ, perempuan kelahiran 1997 ini kemudian melanjutkan studi dan meraih gelar master ilustrasi dari Fakultas Seni Visual di New York. Bakatnya tidak diragukan lagi; karya-karyanya telah menghiasi berbagai publikasi bergengsi dunia, termasuk The New Yorker, The Washington Post, BBC, Vogue, dan bahkan dipamerkan di Tate Modern, seperti yang dilaporkan Grazia. Secara konsisten, karya seni Duwaji kerap mengangkat tema yang menyentuh hati, terutama seputar isu perempuan di Timur Tengah.

3. Otak di Balik Identitas Visual Kampanye
Meskipun tidak terjun langsung dalam kampanye di depan publik, kontribusi Rama Duwaji terhadap kemenangan suaminya sangat signifikan. Ia berperan penting dalam merampungkan identitas merek kampanye Mamdani, secara khusus menggarap ikonografi dan pemilihan fon yang menjadi ciri khas kampanye tersebut. Poster-poster kampanye menampilkan perpaduan warna yang sengaja dipilih untuk membangkitkan nostalgia dan keakraban di hati warga New York: jingga-kuning ala kartu Metrocard, biru khas tim New York Mets untuk bayangan dan latar belakang, serta percikan merah yang mengingatkan pada kendaraan pemadam kebakaran. Pemilihan fon juga tidak sembarangan, sengaja didesain untuk membangkitkan ingatan akan papan nama toko kelontong kuning yang dulu sering terlihat memanggil pelanggan, menciptakan kesan lokal dan merakyat.

4. Kisah Cinta Dimulai dari Aplikasi Kencan
Kisah cinta Rama Duwaji dan Zohran Mamdani berawal secara modern, melalui aplikasi kencan Hinge pada tahun 2021. Saat itu, Mamdani baru saja terpilih sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York, namun Duwaji mengaku belum banyak tahu mengenai status politiknya. Kencan pertama mereka, seperti dilansir CNN, berlangsung di Qahwah House, sebuah kedai kopi Yaman yang hangat di Brooklyn. Kencan kedua berlanjut di daerah pemilihan Mamdani di Astoria, Queens, memperdalam ikatan mereka. Pasangan ini kemudian mengumumkan pertunangan pada Oktober 2024 dan resmi menikah pada Februari awal tahun ini. Upacara pernikahan mereka digelar sederhana di gedung pengadilan, tepatnya di kantor panitera kota di Lower Manhattan. Sempat beredar rumor mengenai upacara pernikahan mewah di Dubai, namun Mamdani segera membantahnya dengan merilis foto-foto momen sakral mereka dari kantor panitera kota. “Rama bukan hanya istriku, dia adalah seniman luar biasa yang pantas dikenal dengan caranya sendiri,” tulis Mamdani, menunjukkan kekaguman mendalam pada pasangannya.

5. Suara Kritis untuk Kemanusiaan
Meski memilih untuk tidak tampil di depan publik selama masa kampanye suaminya dan belum memberikan wawancara terkait perannya sebagai istri wali kota, unggahan di media sosial dan karya seni Rama Duwaji secara terang-terangan menunjukkan simpati yang kuat terhadap perjuangan Palestina. Dalam sebuah wawancara dengan Yung, seperti yang dilaporkan CNN, Duwaji mengungkapkan prinsipnya: “Dengan begitu banyak orang yang terdesak dan dibungkam oleh rasa takut, yang bisa saya lakukan hanyalah menggunakan suara saya untuk menyuarakan apa yang terjadi di AS, Palestina, dan Suriah sebisa mungkin.” Pernyataan ini menegaskan posisinya sebagai individu yang berani menyuarakan pandangannya tentang isu-isu kemanusiaan global.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.