
KALSELBABUSALAM.COM
Kotabaru – Bripda Dimas Langgeng Pusposaputro kembali mengharumkan nama Polri. Anggota Sat Samapta Polres Kotabaru itu sukses meraih medali emas dalam Kasal Cup 2 International Open Taekwondo Championship 2025, yang digelar di GOR Purna Krida, Badung, Bali, pada 14-16 Februari 2025.
Turnamen ini bukan sekadar ajang olahraga biasa. Atlet dari berbagai negara berkompetisi dalam kejuaraan bergengsi di kawasan Asia ini. Dimas turun di nomor Kyorugi Individual Senior kelas 58 kg, menghadapi lawan-lawan tangguh sejak babak penyisihan.
Ketangguhan Dimas terlihat sejak awal laga. Teknik serangannya presisi, pertahanannya solid. Satu per satu lawan tumbang hingga ia melaju ke partai final. Di laga puncak, ia tampil dominan, mengandalkan kecepatan dan strategi yang matang. Ketika bel terakhir berbunyi, kemenangan mutlak menjadi miliknya.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Kapolres Kotabaru, AKBP Doli M. Tanjung, S.I.K. Menurutnya, prestasi Bripda Dimas membuktikan bahwa anggota Polri tak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga bisa bersaing di level internasional.
“Ini membuktikan bahwa anggota Polri juga bisa berprestasi di bidang olahraga. Semoga keberhasilan ini menginspirasi anggota lain untuk terus berlatih dan mengembangkan diri,” ujar Doli.
Ia menambahkan, olahraga bela diri selaras dengan tugas kepolisian yang menuntut kedisiplinan, ketangguhan, dan mental baja. Polres Kotabaru, kata dia, selalu mendukung anggotanya untuk berkembang, baik dalam tugas kepolisian maupun di bidang lain.
Prestasi Bripda Dimas bukan sekadar kebanggaan pribadi. Ia menjadi bagian dari tradisi panjang Polri dalam melahirkan atlet berprestasi. Taekwondo, sebagai seni bela diri yang mengutamakan kecepatan dan ketepatan, menjadi salah satu cabang olahraga yang ditekankan dalam pembinaan fisik anggota kepolisian.
Tak sedikit anggota Polri yang menorehkan nama di ajang olahraga nasional maupun internasional. Kemenangan Dimas semakin menegaskan bahwa polisi tak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berkontribusi dalam dunia olahraga.
Di usia yang masih muda, perjalanan Dimas di dunia taekwondo masih panjang. Medali emas di Kasal Cup 2 bisa menjadi batu loncatan menuju kompetisi yang lebih besar. Jika konsisten dalam latihan dan disiplin, bukan tak mungkin ia akan mengharumkan nama Indonesia di panggung yang lebih prestisius.
Berita ini lebih tajam, ringkas, dan sesuai dengan kaidah jurnalistik piramida terbalik. Judul dibuat lebih informatif dengan tetap mempertahankan daya tariknya. Jika ada yang ingin ditambahkan atau disesuaikan, silakan beri masukan! (Ainah)











