Penyanyi dan aktris senior Denada akhirnya menyingkap tirai misteri yang lama menyelimuti kehidupan pribadinya. Melalui unggahan emosional di akun Instagram resminya pada Senin, 2 Februari 2026, Denada secara resmi dan terang-terangan mengakui Ressa Rossano sebagai anak kandungnya. Pengakuan yang ditunggu-tunggu ini hadir setelah berbulan-bulan spekulasi publik dan proses hukum yang diajukan Ressa di Pengadilan Negeri Banyuwangi sejak November 2025. Dalam pernyataannya, Denada tak hanya mengakui status Ressa, namun juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus dan mendalam. KalselBabusalam.com telah merangkum detail pengakuan Denada mengenai status Ressa Rossano sebagai putra kandungnya.

Dalam pengakuannya, Denada secara terang-terangan menyebut keterlambatannya dalam mengungkapkan kebenaran kepada Ressa sebagai penyesalan terbesar dalam hidupnya. Selama lebih dari dua dekade, sebuah rahasia besar tersimpan rapat: Ressa tidak mengetahui bahwa Denada adalah ibu kandungnya. Kenyataan pahit ini baru terungkap ke publik setelah Ressa sendiri yang berupaya mencari kejelasan. Dengan suara penuh penyesalan, Denada berujar,

“Saya juga ingin minta maaf kepada Ressa karena baru saat ini setelah sekian lama, baru saat ini saya memberitahukan Ressa, bahwa saya adalah ibu kandungnya. Itu kesalahan saya, itu kebodohan saya, itu kekhilafan saya dan saya minta maaf.”

Denada sepenuhnya menyadari bahwa keputusan untuk menyembunyikan fakta vital ini telah meninggalkan luka mendalam bagi Ressa dan seluruh anggota keluarga. Ia mengakui, tindakannya di masa lalu merupakan sebuah kekeliruan fatal yang sulit dimaafkan.

Denada kemudian mengungkap salah satu alasan di balik keputusannya yang menyakitkan itu: kondisi kesehatan mentalnya yang kala itu sedang tidak stabil ketika Ressa masih bayi. Dengan kejujuran yang menyentuh, Denada mengakui bahwa pada periode tersebut, ia merasa tidak dalam kondisi yang layak, baik secara emosional maupun psikologis, untuk mengasuh dan mendampingi Ressa. Keputusan berat untuk tidak hidup bersama putranya diambil di tengah gejolak batin yang sangat sulit, sebuah pilihan yang kini ia sesali dengan sangat dalam.

“Saya betul-betul minta maaf kepada Ressa, karena Ressa tidak hidup bersama saya dari mulai dia masih bayi. Saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak,” tutur Denada.

Setelah menumpahkan segala penyesalan yang membebani hatinya, Denada kini menaruh harapan besar agar Ressa bersedia membuka hati dan memaafkannya. Ia sangat menyadari bahwa perjalanan untuk merajut kembali ikatan ibu dan anak bukanlah perkara mudah, terutama setelah terpisah oleh rentang waktu bertahun-tahun. Denada dengan rendah hati mengakui bahwa ia masih harus banyak belajar untuk menjadi seorang ibu yang baik, dan ia siap menerima segala kekurangan dirinya.

“Saat ini saya cuma bisa berdoa dan saya hanya bisa berharap, semoga Ressa bisa memaafkan saya dan menerima saya ibu kandungnya dengan segala kekurangan saya. Saya masih harus banyak belajar menjadi ibu yang sesuai dengan harapan anak-anak saya,” ucap Denada.

Permohonan maaf tulus dari Denada tidak hanya tercurah kepada Ressa, tetapi juga meluas kepada mendiang ibunya serta seluruh anggota keluarga yang tak terhindarkan terdampak oleh keputusan-keputusannya di masa lalu. Ia juga memohon ampunan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala dosa dan kekhilafannya, seraya berharap diberi kesempatan kedua untuk memperbaiki dan menguatkan kembali jalinan hubungan keluarga yang sempat retak.

Demikian rangkuman kisah pengakuan Denada terkait status Ressa Rossano sebagai putra kandungnya. Semoga dengan pengakuan ini, Denada dan Ressa dapat memulai lembaran baru, membangun kembali jalinan hubungan ibu dan anak yang harmonis dan penuh kasih sayang, setelah sekian lama terpisahkan.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.