
KEMENTERIAN Keuangan melaporkan sampai dengan 31 Januari 2026, penerimaan pajak neto mencapai Rp 116,2 triliun. Angka ini naik 30,7 persen dibandingkan dengan penerimaan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang terkumpul Rp 88,9 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan awal tahun ini restitusi pajak juga menurun sehingga berkontribusi pada kenaikan. “Ini adalah pertumbuhan pajak neto yang bagus. Restitusi dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pajak dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang tentu dijaga baik,” ucapnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.
Salah satu penyumbang terbesar penerimaan neto adalah pajak pertambahan nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Dari pajak jenis ini sudah terkumpul Rp 45,3 triliun hingga 31 Januari 2026.
Secara bruto, sumber dari PPN dan PPnBM telah terkumpul 82,6 triliun atau tumbuh 7,7 persen dibandingkan tahun lalu. Suahasil menjelaskan bahwa pajak pertambahan nilai itu dibayarkan selama ada transaksi. “Jadi ini tanda saja bahwa di perekonomian kita transaksi berjalan terus,” ucapnya.
Sumber kenaikan neto pajak lain adalah pajak penghasilan (PPh) badan yang terkumpul Rp 5,7 triliun. Selanjutnya ada pajak lainnya sebesar Rp 16,1 triliun.
Pajak penghasilan orang pribadi dan PPh 21 sudah terkumpul Rp 13,1 triliun namun angka ini mengalami kontraksi minus 20,4 persen dibanding tahun lalu. Penurunan juga terjadi pada PPh final, PPh 22 dan PPh 26 yang mencapai Rp 26 triliun atau turun 11 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
“PPh masih terlihat negatif, tapi PPh badan secara neto terlihat positif. Tentu ini akan kami perhatikan terus ke depan untuk pengumpulan pajak yang solid sepanjang tahun,” ucapnya.
Dilihat dari sektor industri Suahasil menyampaikan bahwa industri pengolahan dengan kontribusi pajak terbesar, yakni tumbuh 18,1 persen. Kontribusi terbesar kedua adalah perdagangan yang secara neto tumbuh 2,6 persen, tumbuh jauh 6 kali lipat di atas tahun lalu.
Sedangkan sektor pertambangan penerimaan pajak netonya tumbuh 10,9 persen. “Tiga sektor ini sekitar 66 persen dari penerimaan pajak kita. Jadi ini mayoritas tumbuh dengan cukup kuat,” ucapnya.
Secara keseluruhan penerimaan pajak sampai 31 Januari 2026 mencapai 4,9 persen dari target penerimaan pajak dalam anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 2026. Tahun ini pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp 2.357,7 triliun.
Pilihan Editor: Mengapa Pemerintah Mengimpor Pikap India untuk Koperasi Desa











