PT AVIA Avian Tbk (Avian Brands) membukukan jumlah pendapatan sebesar Rp 8,1 triliun pada 2025. Jumlah pendapatan itu meningkat Rp 652 miliar atau naik 8,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, Avian Brands mencatat laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun pada 2025. Profitabilitas perusahaan cat dengan kode emiten AVIA itu meningkat Rp 80 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, dengan marjin laba bersih sebesar 21,5 persen.

Avian Brands menyatakan kinerja pendapatan pada tahun lalu didorong oleh pertumbuhan penjualan. Adapun volume penjualan Avian Brands tercatat tumbuh sebesar 7,4 persen sepanjang 2025.

Untuk penjualan tahun ini, Head of Investor Relations at Avian Brands Andreas Timothy Hadikrisno mengatakan perusahaannya membidik target pertumbuhan yang sama pada 2025. “(Penjualan) top line-nya (tumbuh) 6 sampai 10 persen, kalau volumenya (tumbuh) 4 sampai 8 (persen). Syukur-syukur kalau kita bisa lebih dari target,” kata dia, di Senayan City, Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Untuk mencapai target pendapatan dan penjualan, Andreas mengatakan Avian Brands memiliki enam strategi. Pertama adalah menambah jaringan distribusi. Sepanjang 2025, Avian Brands mencatat terdapat sebanyak 129 lokasi pusat distribusi milik sendiri berkat pertambahan lima lokasi. Sementara itu terdapat 15 pusat distribusi mini dan 38 pusat distribusi pihak ketiga.

Strategi kedua adalah mengintegrasikan sistem IT pada bisnis. Andreas mengatakan sejak tahun lalu perusahaannya mulai melakukan monitor penjualan secara bulanan menggunakan sistem IT.

Andreas mengatakan perusahaannya memfasilitasi tim penjualan yang terdiri dari 2.000 orang gawai berupa tablet. Ia menjelaskan tablet itu menuntun tim penjualan untuk mencapai target perusahaan serta digunakan setiap anggota untuk melaporkan penjualannya. “Ini tidak dilakukan oleh kompetitor-kompetitor lain,” katanya.

Strategi keempat adalah dengan menambah kapasitas pabrik. Andreas mengumumkan perusahaannya akan membangun dua pabrik di Cirebon, Jawa Barat. Adapun pembangunan pabrik ditargetkan selesai pada Juni 2026.

Ia mengatakan Avian Brands telah memiliki dua pabrik yang berlokasi di Sidoarjo dan Serang dengan utilisasi di bawah 80 persen.

Menurutnya, Avian Brands menguasai 26 persen pangsa pasar di industri cat dan pelapis dekoratif nasional pada 2025. Namun, Andreas mengatakan perusahaannya masih mengalami kendala penjualan untuk segmen cat dinding. Ia mengatakan cat dinding Avian Brands masih menempati peringkat ketiga secara nasional, sehingga meskipun tingkat utilitas dua pabrik lama belum optimal, Andreas mengatakan perusahaannya perlu membangun pabrik baru untuk meningkatkan penjualan wall paint atau cat dinding.

Andreas mengatakan pabrik di Cirebon sebenarnya memiliki kapasitas produksi sebesar 225 ribu metrik ton. Namun, perusahaannya baru akan menggunakan kurang dari separuh kapasitas produksi yakni 100 ribu metrik ton. Ia mengatakan pembatasan jumlah produksi dilakukan karena mempertimbangkan daya beli masyarakat. Selain memproduksi cat dinding, pabrik Avian Brands di Cirebon akan menghasilkan cat waterproof.

Strategi kelima adalah menambah mesin tinting di toko cat. Mesin tinting merupakan sebuah alat untuk menghasilkan ribuan variasi warna cat dari campuran warna primer. Sebab, menurut Andreas, masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada cat dengan warna pengadukan bawaan pabrik. Sementara itu pabrik menawarkan pilihan terbatas dengan ratusan warna.

Terakhir, Andreas mengatakan perusahaannya mengadakan loyalty program yang ditujukan untuk toko cat dan toko bangunan besar. Menurutnya, belum ada perusahaan kompetitor yang mengusung program tersebut.

Pilihan Editor: Mengapa Kuartal I Krusial bagi Bisnis Industri Retail

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.