
KalselBabusalam.com, JAKARTA — Komisaris Utama PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA), Jap Astrid Patricia, membuat gebrakan signifikan di pasar modal. Ia tercatat memborong 109,37 juta saham JAYA dengan nilai transaksi fantastis mencapai sekitar Rp11,15 miliar.
Dilansir dari keterbukaan informasi, aksi pembelian saham biasa perseroan ini dilakukan oleh Astrid—yang telah menjabat sebagai Komisaris JAYA sejak tahun 2017—dalam satu kali transaksi pada tanggal 7 April 2026.
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Kamis (9/4/2026), Jap Astrid Patricia secara tegas menyatakan, “Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk investasi dengan kepemilikan secara langsung.”
Secara lebih terperinci, ia mengakuisisi sebanyak 109.376.800 lembar saham JAYA di level harga Rp122 per lembar. Perhitungan ini mengukuhkan total nilai transaksi senilai Rp11,15 miliar, seperti yang telah disebutkan sebelumnya.
Melalui pembelian masif ini, kepemilikan saham Astrid di JAYA melonjak signifikan. Ia kini menguasai 169,46 juta lembar saham, setara dengan 21,22% persentase hak suara. Angka ini meningkat drastis dari porsi sebelum transaksi yang tercatat hanya 60,08 juta lembar atau sekitar 7,52% hak suara.
Sebelum transaksi besar yang dilakukan Jap Astrid Patricia, laporan registrasi pemegang efek per 31 Maret 2026 menunjukkan struktur kepemilikan saham JAYA di atas 5%. Para pemegang saham mayoritas tersebut meliputi PT Prima Globalindo dengan 365,59 juta lembar (45,79%), Darmawan Suryadi SM sebanyak 167,65 juta lembar (21%), dan Jap Astrid Patricia sendiri dengan 60,08 juta lembar (7,27%). Sementara itu, kepemilikan oleh masyarakat non warkat tercatat sebanyak 207,12 juta lembar (25,94%).
Pergerakan saham JAYA di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menarik perhatian. Pada perdagangan hari ini, Kamis (9/4/2026) hingga pukul 13.59 WIB, saham JAYA terpantau bertengger di level Rp140 per lembar. Pencapaian ini menunjukkan performa positif, di mana sepanjang tahun berjalan 2026, saham emiten ini tercatat telah menguat sebesar 12,80%.
Sebagai informasi tambahan mengenai profil perusahaan, PT Armada Berjaya Trans Tbk. (JAYA) memiliki sejarah transformasi bisnis yang menarik. Perusahaan ini, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Armada Beton, telah mengalihkan fokus usahanya secara signifikan sejak tahun 2015. Dari yang semula spesialisasi sebagai pengangkut pengaduk semen, kini JAYA beralih ke bisnis angkutan bermotor untuk barang umum.
Setelah berganti nama pada tahun 2018, Armada Berjaya Trans kini menawarkan beragam jasa transportasi darat. Layanan tersebut mencakup pengangkutan muatan lepas, peti kemas, hingga penyediaan armada truk long box. Tidak hanya itu, perusahaan juga memperluas layanannya dengan menyediakan fasilitas bea cukai untuk muatan, pergudangan, serta layanan transportasi domestik dari pintu ke pintu yang menjangkau berbagai kota besar di Indonesia.
Armada Berjaya Trans secara resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 21 Februari 2019. Dalam penawaran umum perdananya, emiten dengan kode JAYA ini melepas 150 juta saham, atau setara 40% dari jumlah modal yang disetor dan ditempatkan. Melalui aksi korporasi tersebut, JAYA berhasil menghimpun dana segar senilai Rp43,2 miliar, memperkuat modal perseroan untuk ekspansi bisnisnya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











