KalselBabusalam.com – Sejumlah warganet di media sosial menyoroti peningkatan intensitas hujan yang signifikan di berbagai wilayah Jawa Tengah (Jateng) selama September 2025, memunculkan pertanyaan tentang berakhirnya musim kemarau lebih awal.

Fenomena ini turut diamini oleh Peneliti dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin. Ia menjelaskan bahwa sebagian besar area Jateng kini dilanda hujan deras dengan cakupan yang meluas, membentuk pola Mesoscale Convective Complex (MCC).

“Hujan deras ini akan terus meluas dan persisten. Waspada banjir di kota-kota padat di Jateng. Semarang juga mulai hujan karena perluasan hujan dari barat,” ujar Erma, seperti dikutip dari akun X resminya, @EYulihastin, pada Kamis (11/9/2025). Kompas.com telah mendapatkan izin untuk mengutip cuitan tersebut.

Keresahan serupa juga dirasakan oleh warganet lain yang melaporkan hujan mengguyur berbagai daerah seperti Semarang, Solo, Wonosobo, hingga Kebumen. “Update waktu wonosobo bagian binangun hujan terus,” cuit @tele**, pada Jumat (5/5/2025). Akun @_rk* menimpali, “Kabupaten Tegal hujan deras dini hari hingga pagi tadi Prof,” dalam respons terhadap twit Erma Yulihastin pada Kamis (11/9/2025). Warganet lain menambahkan, “kebumen hujan dari kemaren siang nih belum reda, walopun grimis terang.”

Lantas, benarkah peningkatan intensitas curah hujan ini menandakan bahwa musim kemarau di Jawa Tengah telah usai?

Penjelasan BMKG soal Awal Musim Hujan Jateng 2025

Analis Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jateng, Zauyik, mengonfirmasi bahwa beberapa daerah di Jawa Tengah sebenarnya telah memasuki periode musim hujan sejak Agustus 2025. Wilayah-wilayah tersebut meliputi sebagian Cilacap bagian selatan, Kebumen bagian selatan, dan Purworejo bagian selatan.

“Termasuk wilayah Jawa Tengah bagian tengah, seperti Banjarnegara bagian timur, Wonosobo, Temanggung bagian barat, Pekalongan bagian tengah, Batang bagian selatan, dan Kendal bagian selatan,” jelas Zauyik, dilansir dari Kompas.com, pada Selasa (9/9/2025).

Sementara itu, kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura) dan Jateng bagian timur diprediksi baru akan memulai musim hujan pada rentang September hingga Oktober 2025. Zauyik menyoroti bahwa secara umum, awal musim hujan di Jawa Tengah terjadi lebih awal dibandingkan kondisi normalnya.

Beberapa faktor utama yang berperan dalam mempercepat kedatangan musim hujan di Jateng meliputi suhu air laut yang masih relatif hangat di perairan Indonesia serta mulai aktifnya Monsun Baratan atau Asia Monsun. “Untuk faktor ENSO dan IOD masih dalam kategori normal,” imbuh Zauyik.

Sebagai penutup, ia mengingatkan, “Untuk sifat musim hujan secara umum normal hingga atas normal, sehingga masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” tegasnya.

Sifat Musim Hujan September 2025

Dikutip dari laman resmi BMKG Jateng, beberapa wilayah di Jawa Tengah berpotensi mengalami sifat musim hujan di atas normal pada September 2025, yang berarti curah hujan diperkirakan lebih tinggi dari rata-rata. Wilayah-wilayah tersebut mencakup:

  • Kota Tegal
  • Kota Pekalongan
  • Kota Surakarta
  • Kabupaten Brebes
  • Kabupaten Tegal
  • Kabupaten Pemalang
  • Kabupaten Banyumas
  • Kabupaten Purbalingga
  • Kabupaten Kebumen
  • Kabupaten Purworejo
  • Kabupaten Klaten
  • Kabupaten Sukoharjo
  • Kabupaten Kudus
  • Kabupaten Karanganyar
  • Kabupaten Wonogiri
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Brebes
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Pekalongan
  • Kabupaten Batang
  • Kabupaten Wonosobo
  • Kabupaten Kendal
  • Kabupaten Magelang
  • Kabupaten Boyolali
  • Kabupaten Sragen
  • Kabupaten Jepara
  • Kabupaten Pati
  • Sebagian wilayah Kota Semarang
  • Sebagian wilayah Kota Salatiga
  • Sebagian wilayah Kabupaten Semarang
  • Kabupaten Banjarnegara
  • Kabupaten Cilacap
  • Kabupaten Temanggung
  • Kabupaten Demak
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Grobogan
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Rembang
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Blora.

Sementara itu, beberapa wilayah lain diprediksi mengalami sifat hujan normal, dengan curah hujan sesuai rata-rata historisnya, yaitu:

  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Grobogan
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Rembang
  • Sebagian besar wilayah Kabupaten Blora
  • Sebagian wilayah Kota Semarang
  • Sebagian wilayah Kota Salatiga
  • Sebagian wilayah Kabupaten Cilacap
  • Sebagian wilayah Kabupaten Banjarnegara
  • Sebagian wilayah Kabupaten Temanggung
  • Sebagian wilayah Kabupaten Semarang
  • Sebagian wilayah Kabupaten Demak
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Brebes
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pekalongan
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Wonosobo
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Kendal
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Temanggung
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Magelang
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Jepara
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Pati
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Boyolali
  • Sebagian kecil wilayah Kabupaten Sragen.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.