KALSELBABUSALAM.COM
BANJARBARU – Indeks Harga Konsumen (IHK) Kalimantan Selatan pada November 2024 tercatat meningkat menjadi 106,65, naik dari 104,55 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel melaporkan terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,01 persen, sedangkan inflasi month-to-month (m-to-m) mencapai 0,50 persen. Sementara itu, inflasi year-to-date (y-to-d) terhitung sebesar 1,48 persen.

“Peningkatan IHK dipicu kenaikan harga di hampir semua kelompok pengeluaran. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang terbesar inflasi dengan kenaikan indeks hingga 10,81 persen,” ujar Kepala BPS Kalsel, Martin Wibisono, saat konferensi pers di Banjarbaru, Senin (2/12/2024).

Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan signifikan antara lain:

Makanan, minuman, dan tembakau: Naik 1,77 persen.

Kesehatan: Meningkat 3,94 persen.

Transportasi: Naik 1,35 persen.

Pendidikan: Mengalami kenaikan sebesar 1,62 persen.

Perawatan pribadi dan jasa lainnya: Kenaikan tertinggi sebesar 10,81 persen.

Namun, penurunan indeks terjadi di kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turun 0,38 persen.

Beberapa komoditas yang mendominasi inflasi y-on-y di November 2024 meliputi:

Emas perhiasan, ikan gabus, daging ayam ras, dan bawang merah.

Tarif parkir serta minyak goreng juga menjadi pemicu kenaikan.

Sebaliknya, komoditas seperti beras, cabai merah, bensin, dan angkutan udara justru memberikan kontribusi pada deflasi.

Untuk inflasi m-to-m, kenaikan didorong oleh harga ikan gabus, bawang merah, dan emas perhiasan, sedangkan deflasi disumbangkan oleh ikan peda, angkutan udara, dan semangka.

Martin menjelaskan, inflasi di Kalimantan Selatan menunjukkan tekanan yang mulai meningkat pada akhir tahun. “Inflasi ini perlu diantisipasi agar tidak berdampak signifikan pada daya beli masyarakat, terutama di tengah tingginya permintaan menjelang akhir tahun,” jelasnya.

Meski beberapa kelompok pengeluaran mencatat penurunan indeks, peran komoditas utama seperti makanan dan transportasi tetap dominan dalam memengaruhi tingkat inflasi.

BPS Kalsel mengimbau semua pihak untuk menjaga kestabilan harga, terutama di sektor makanan dan kebutuhan pokok, guna menghindari lonjakan inflasi lebih lanjut.

Dengan data ini, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap perubahan harga barang kebutuhan sehari-hari. Adapun pemerintah diimbau untuk segera mengambil langkah strategis agar inflasi tetap terkendali di bulan-bulan mendatang.(MC/Ainah)

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.