KalselBabusalam.com, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, melalui entitasnya PT Danantara Asset Management, siap meraup dana segar yang signifikan dari dividen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Jumlah yang akan diterima diperkirakan mencapai Rp 16,67 triliun, sebuah suntikan modal yang substansial bagi BPI Danantara.

Angka fantastis ini tidak lepas dari posisi strategis PT Danantara Asset Management sebagai pemegang saham mayoritas BBRI. Berdasarkan data terkini dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 31 Maret 2026, PT Danantara Asset Management tercatat menggenggam 79,80 miliar saham BBRI, setara dengan kepemilikan sebesar 52,66% dari total saham yang beredar.

Penerimaan dividen jumbo ini merupakan hasil dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BBRI yang telah menyetujui pembagian dividen final. Total dividen final yang dialokasikan mencapai Rp 31,47 triliun, atau setara dengan Rp 209 per saham untuk setiap lembar saham BBRI.

Saat Harga Naik, Presdir Petrosea (PTRO) Borong Saham di Harga Segini!

Bagi para investor yang menantikan pembagian dividen ini, ada beberapa jadwal penting yang perlu dicatat. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi ditetapkan pada 20 April 2026. Sementara itu, tanggal ex dividen jatuh pada 21 April 2026 di pasar yang sama. Selanjutnya, tanggal recording date atau Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai adalah 22 April 2025, pukul 16:15 WIB. Pembayaran dividen kepada para pemegang saham akan dieksekusi pada 8 Mei 2026.

Secara kumulatif, total alokasi dividen dari laba bersih tahun buku 2025 yang dibagikan oleh BBRI mencapai Rp 52,10 triliun. Angka ini mencakup dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun, atau Rp 137 per saham, yang telah lebih dulu dibagikan pada 15 Januari 2026. Dengan demikian, BPI Danantara akan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari kebijakan dividen BBRI tahun ini, memperkuat posisi keuangannya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.